Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai merangkak naik.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel mencatat harga TBS kelapa sawit umur 3 tahun pada Agustus lalu dengan harga Rp1.326 dan naik menjadi Rp1.720 pada September. Sementara harga TBS kelapa sawit umur 10 tahun-20 tahun pada Agustus lalu di harga Rp1.599 dan pada September naik menjadi Rp2.080.
Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel, Haruldi mengatakan harga itu berlaku satu bulan, yakni dimulai 1-30 September 2022.
"Kenapa sebulan sekali, pertama karena personel kita masih terbatas, kemudian ada wacana dua pekan sekali menetapkan harga TBS supaya harga pekan ke pekan berikutnya tidak terlalu jauh," kata Haruldi, Selasa (20/9).
Dia menjelaskan, penyuplai data harga kelapa sawit ini sebelumnya dari 14 perkebunan kelapa sawit (PKS) saat ini menjadi 26 PKS di Babel. "Tentunya ini akan kita masukkan semua, sehingga harga itu lebih fair di masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, penetapan harga TBS kelapa sawit ini berlaku di plasma dan mitra. Merangkaknya harga ini juga pascadibuka kembalinya ekspor Crude Palm Oil (CPO).
"Alhamdulillah di beberapa waktu terakhir semenjak dibuka kembali ekspor walaupun tertatih-tatih, karena begitu dibuka tidak langsung berubah drastis. Harus proses ulang mulai dari tender CPO, angkutan kapalnya, semenjak itu mulai jalan, mulai dari Disperindag, dan tidak kalah Dishub, setelah itu dikomunikasikan dengan baik Alhamdulillah kita (harga) mulai merangkak," ujarnya
"Ini setidaknya memberikan harapan kepada petani yang notabene penggantungan selain komoditi non pertanian, kelapa sawit merupakan andalan provinsi Babel," tambahnya. (OL-15)
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved