Selasa 13 September 2022, 23:49 WIB

Gegara Truk Batu Bara, Warga Blokir Akses Jalan Pelabuhan Talang Duku

Solmi Ruhan | Nusantara
Gegara Truk Batu Bara, Warga Blokir Akses Jalan Pelabuhan Talang Duku

MI/SOLMI
Kapolda Jambi Irjen A Rachmad Wibowo Selasa (13/9) malam turun kawasan Talang Duku untuk meredam kemarahan warga.

 

GERAM dengan angkutan truk batu bara yang menyebabkan kerusakan jalan dan mengganggu kenyamanan berlalu lintas, warga memblokir akses jalan ke Pelabuhan Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi, semenjak Selasa (13/9) pagi hingga malam ini.

Salah satu akses utama yang diblokir warga adalah ruas jalan dekat akses masuk ke kawasan Pelabuhan Talang Duku, tempat pelintasan truk
batu bara menuju lokasi penumpukan yang berada di bibir Sungai Batanghari. Warga mendirikan tenda di tengah jalan, sehingga tidak bisa
ditembus kendaraan.

"Kami sudah cukup sabar. Kini tidak tertahankan lagi. Ruas jalan yang merupakan satu-satunya akses mobilitas dan aktivitas ekonomi warga
hancur. Keamanan dan kenyamanan untuk berkendara sangat terganggu. Karena tidak ada kepedulian dari perusahaan maupun pemerintah, kami sepakat memblokir jalan ini," ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Akibat pemblokiran tersebut, ribuan truk batu bara yang melaju dari arah Kota Jambi-Pelabuhan Talang via jalur lingkar selatan Kota
Jambi terjebak macet panjang hingga malam ini.


Baca juga: BPBD Pamekasan Cari Penumpang KMP Oasis Tercebur ke Laut


Untuk mengurai kemacetan dan kejadian yang lebih buruk, Kapolda Jambi Irjen A Rachmad bersama Pj Bupati Muarojambi Bachyuni Deliansyah, Selasa malam turun ke lokasi, dan mencoba mendinginkan suasana dengan mendekati para tetua masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Tutur mendampingi Kapolda beberapa pejabat utama Polda Jambi. Antara lain Karo Ops Kombes Feri Handoko, Dirreskrimsus Kombes
Christian Tory, Dirintelkam Kombes Bondan W, dan Kabid Humas Kombes Mulia Prianto.

"Masyarakat melakukan pemblokiran terhadap truk batu bara karena janji pihak perusahaan angkutan batubara abai dengan janji 21 perusahaan terkait untuk perbaikan jalan yang hancur," ujar Kasubbid Penmas Kom Mas Edy.

Sampai berita ini dikirim, Kapolda Jambi masih berusaha melakukan pendekatan humanis dengan warga melalui tetua masyarakat setempat.
Selain perbaikan jalan, warga menuntut semua angkutan batubara taat aturan. Yakni hanya melintas semenjak pukul 18.00 hingga pukul enam
pagi. Lewat dari waktu itu, baik yang datang maupun yang pulang dari lokasi pembongkaran, tidak boleh melintas. (OL-16)


 

Baca Juga

Antara

30.505 Nakes di Sumut Telah Divaksinasi Covid-10 Penguat Tahap Dua

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 01:21 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara mencatat sebanyak 30.505 dari 93.508 persen tenaga kesehatan di daerah tersebut telah mendapatkan...
ANTARA/Nova Wahyudi

BKSDA: Konflik Warga dengan Beruang di Sumsel Dipicu Musim Durian

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 23:45 WIB
Masa panen durian yang berlangsung saat ini menjadi salah satu indikator utama mereka hingga keluar dari kawasan hutan menyasar permukiman...
ANTARA/Aditya Rohman

Lansia Penabrak Angkot Tewaskan Tiga Orang di Sukabumi Jadi Tersangka

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 23:14 WIB
Penetapan tersangka ini pun berdasarkan dari hasil pemeriksaan kendaraan yang digunakan EH oleh Dishub Kota Sukabumi dan oleh ketua mekanik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya