Rabu 07 September 2022, 17:10 WIB

22.082 KPM Di Kota Sukabumi Mulai Terima BLT BBM

Benny Bastiandy | Nusantara
22.082 KPM Di Kota Sukabumi Mulai Terima BLT BBM

DOK MI
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) subdisi bahan bakar minyak (BBM) kepada keluarga penerima manfaat (KPM), Rabu (7/9). Bantuan tersebut sebagai bantalan sosial pengalihan subsidi BBM.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada, menuturkan penyaluran BLT BBM sebetulnya sudah dilaksanakan sejak Selasa (6/9). Penyalurannya dibantu melalui kantor pos setempat.

"Alhamdulillah sejak awal penyalurannya hingga saat ini berjalan lancar. Hari ini fokus penyalurannya untuk Kecamatan Cikole. Alhamdulillah di setiap kelurahan bisa cepat penyalurannya karena masyarakat juga cepat menerima informasinya. Mereka langsung mendatangi Kantor Pos untuk mendapatkan bantuan," kata Dida di sela peninjauan penyaluran BLT BBM di Kantor Pos Sukabumi, Rabu (7/9).

BLT BBM dialokasikan sebesar Rp150 ribu setiap bulan. Namun pada penyalurannya setiap KPM menerima sebesar Rp500 ribu.

"Untuk BLT BBM-nya itu dua bulan, September dan Oktober, masing-masing Rp150 ribu. Jadi sebesar Rp300 ribu. Nah yang Rp200 ribu untuk sembako. Jadi Rp500 ribu yang diterima," terang Dida.

Dida memastikan BLT BBM akan terus berlanjut selama tahun ini. Namun secara teknis Dida menyarankan agar mengonfirmasi ke Dinas Sosial. "Nanti ada lagi. Pokoknya sampai Desember tahun ini," jelasnya.

Kepala Djnas Sosial Kota Sukabumi, Punjul Saeful Hayat, menambahkan jumlah penerima BLT BBM di Kota Sukabumi sebanyak 22.082 KPM. Namun, lanjut Punjul, kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah.

"Jadi penambahan KPM ini seperti sebelumnya. Ada batch 1, kemudian ada batch 2, lalu ada batch 3. Data yang terakhir ada 22.082 KPM. Tapi ini dibuka juga kepada masyarakat yang merasa layak mendapatkan bantuan, mereka bisa mengajukan diri," sebut Punjul.

Mereka yang belum terdata, kata Punjul, bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi cekbansoskemensos.go.id. Datanya akan diproses operator di Kementerian Sosial yang selanjutnya akan dilakukan verifikasi dan validasi. "Jadi, kemungkinan (jumlahnya) bertambah masih ada. Cuma data terakhir yang ada sebanyak 22.082 KPM sebagai nominatif penerima," pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

ANTARA/Kornelis Kaha

Pencegahan Stunting Masuk dalam Agenda Khotbah Jumat di 1.005 Masjid di NTB

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 26 September 2022, 09:30 WIB
Langkah itu merupakan gerakan dari berbagai pihak dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting secara...
Dok. DPR RFI

Cegah Penambangan Ilegal, Legislator Dorong Wilayah Tambang Rakyat di Babel

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:35 WIB
"Kami terus memperjuangkan legalitas tambang masyarakat ini, baik itu dari teknis menambang sesuai dengan K3 dan legalitas untuk...
Dok.Ist

Toba Pulp Lestari Dukung Sport Tourism Danau Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:27 WIB
Pengembangan destinasi wisata memerlukan pilar 3A + 3K, yakni Akses, Amenitas, Atraksi, serta Komitmen, Kreativitas, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya