Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH daerah di Kota Cirebon, Jawa Barat rawan mengalami kekeringan di musim kemarau. Pemkot Cirebon siap memberikan bantuan air bersih kepada warga yang wilayahnya mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, menjelaskan saat ini sudah memasuki musim kemarau. "Saat ini wilayan pantura Jawa, termasuk Kota Cirebon sudah mulai memasuki kemarau, ungkapnya, Senin (5/9).
Berdasarkan catatan BPBD Kota Cirebon, ada satu daerah yang rawan kekeringan, yaitu di Kelurahan Argasunya. "Tersebar di 7 RT dalam dalam 6 RW," tuturnya.
Dijelaskan Khaerul, selama sebulan ini pihaknya terus memantau potensi kekeringan di Kelurahan Argasunya tersebut. "Karena di daerah tersebut belum tersambung dengan jaringan PDAM sehingga dikhawatirkan terjadi krisis air bersih," jelasnya.
Selama ini, lanjut Khaerul, warga mengandalkan sumur untuk mendapatkan air bersih. Kondisi topologi yang berbukit, membuat warga harus membuat sumur cukup dalam, hingga 70 meter. Namun saat kemarauu panjang, sumur warga akan terus menyusut bahkan ada pula yang kering.
Untuk itu, saat dilaporkan ada krisis air bersih, pihaknya akan melakukan distribusi air bersih ke lokasi tersebut. Dijelaskan Khaerul, pihaknya telah berkirim surat dengan PDAM untuk pendistribusian air bersih ke lokasi yang berpotensi kekeringan. "Kami belum memiliki armada mobil tangki air, sehingga berkoordinasi dengan PDAM," tutur Khaerul.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat kekeringan akibat kemarau, droping air bersih dilakukan setiap hari secara terjadwal."Sekitar 5-7 tangki air bersih sehari," tuturnya. (OL-15)
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved