Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil menemukan Maklon Nafu (48) yang hilang setelah terseret gelombang laut di perairan Pulau Kera dan Semau dalam kondisi selamat, Selasa.
"Tim SAR telah menemukan korban dalam kondisi selamat di sekitar Pulau Kera," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, I Putu Sudayana saat dihubungi di Kupang, Selasa (24/8).
Baca juga: Kabayan Milenial Sarat Muatan Toleransi
Ia mengatakan Maklon Nafu, warga Kelurahan Namosain Kota Kupang, dilaporkan pihak keluarganya hilang kontak saat pergi mencari ikan di perairan Pulau Kera dan Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Korban pergi melaut sejak pukul 04.00 Wita namun hingga pukul 14.00 Wita korban belum pulang dari melaut mencari ikan, sehingga pihak keluarga berupaya mencari ke laut namun hasilnya nihil.
Menurut I Putu Sudayana setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menerima laporan tentang adanya peristiwa kecelakaan yang membahayakan manusia sehingga langsung menggerakkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Menurut I Putu Sudayana tim SAR berhasil menemukan korban pada pukul 17.05 Wita pada koordinat 10⁰7.352'S - 123⁰29.961'E dalam kondisi selamat.
"Setelah ditemukan korban langsung dievakuasi ke Namosain untuk diserahkan kepada pihak keluarga, sehingga operasi pencarian ditutup dan tim SAR dikembalikan ke satuan masing-masing," kata I Putu Sudayana. (Ant/OL-6)
PENGEMBANGAN sektor energi di wilayah pesisir Jawa Timur harus memiliki roadmap (peta jalan) yang terencana baik dengan mengakomodasi kepentingan dan kebermanfaatannya bagi nelayan.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved