Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi di Balikpapan, mendeteksi 48 titik panas tersebar pada empat kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki tingkat kepercayaan menengah.
"Sebanyak 48 titik panas tersebut terpantau hari ini mulai pukul 01.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita," ujar prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Kota Balikpapan Idham Chalid di Balikpapan, Rabu (17/8).
Sebaran 48 titik panas tersebut pun langsung ia informasikan ke pihak terkait, terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten setempat agar mendapat penanganan lebih lanjut.
Tiga hari sebelumnya (Minggu (14/8)) pihaknya juga mendeteksi adanya 73 titik panas tersebar pada lima kabupaten dan langsung diinformasikan ke pihak terkait sehingga titik panas tersebut sudah hilang. Sedangkan 48 titik panas yang terpantau hari ini atau sejak dini hari hingga sore, merupakan titik panas yang berada di lokasi berbeda dan tersebar pada empat kabupaten.
Adapun empat kabupaten yang terdeteksi 48 titik panas hari ini adalah di Kabupaten Kutai Timur terdeteksi ada 40 titik, Kutai Kartanegara 3 titik, Berau 4 titik, dan Kabupaten Mahakam Ulu ada 1 titik panas. Rinciannya adalah 1 titik panas yang di Mahakam Ulu berada di Kecamatan Long Apari dengan tingkat kepercayaan menengah.
Di Kabupaten Kutai Timur yang terdeteksi 40 titik panas, tersebar pada empat kecamatan, yakni 4 titik di Kecamatan Telen, 4 titik di Rantau Pulung, 10 titik di Muara Wahau, 9 titik di Long Mesangat, 9 titik di Kongbeng, 1 titik di Busang, dan 3 titik di Kecamatan Bengalon.
"Untuk 3 titik panas di Kabupaten Kutai Kartanegara, semuanya di Kecamatan Kota Bangun. Untuk 4 titik panas di Kabupaten Berau, tersebar pada dua kecamatan, yakni 2 titik di Kecamatan Kelay dan 2 titik di Kecamatan Sambaliung," kata Idham. (Ant/OL-15)
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved