Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA stunting yang mencapai 15% dari total balita di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diklaim termasuk yang terendah di Jawa Tengah maupun secara nasional.
Meski demikian, Klaten terus berupaya mengejar target 14% angka stunting pada 2024.
Hal itu diungkapkan Pj Sekretaris Daerah, Jajang Prihono, saat ditemui
wartawan seusai memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan organisasi
perangkat daerah (OPD) di pendapa kabupaten, Senin (8/8).
"Angka stunting Kabupaten Klaten masih lebih baik dari provinsi
dan nasional. Saat ini, angka stunting di kabupaten ini 15%. Semenetara
target angka stunting 14% secara nasional," jelasnya.
Menurut Jajang, berbagai upaya dilakukan pemerintah kabupaten untuk
mengejar target 14% angka stunting pada 2024. Ada empat sasaran atau
intervensi yang dilakukan untuk mengejar target tersebut.
"Empat sasaran strategis yang dilaksanakan untuk mengejar target itu ialah calon pengantin, ibu hamil, ibu habis melahirkan, dan ibu yang memiliki balita di bawah dua tahun," jelasnya.
Dalam upaya mengejar target 14% angka stunting di Klaten, tambah dia, sejauh ini tidak ada kendala. Semua proses berjalan, hanya masih
perlu didorong teknisnya agar lebih efektif dan efisien.
Untuk meminimalisasi angka stunting, Pemkab Klaten mendapat dukungan
dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, yakni berupa pembuatan
sebuah aplikasi dan sosialisasi calon pengantin.
"Benang merah dari stunting itu perkawinan usia dini, sehingga kesehatan reproduksi kurang termasuk kesiapan ekonominya. Hal ini yang
menyebabkan anak kurang gizi," tandas Jajang. (N-2)
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved