Sabtu 23 Juli 2022, 20:00 WIB

Pembangunan Nara Kupu Jogya Hampir Selesai, Outlet Kuliner Mulai Dibuka

Selamat Saragih | Nusantara
Pembangunan Nara Kupu Jogya Hampir Selesai, Outlet Kuliner Mulai Dibuka

dok.ist
Pengunjung disalah satu outlet kuliner yang sudah buka di kawasan eduwisata Nara Kupu Jogya, Sabtu (23/7/2022)

 

MENJELANG grand opening kawasan eduwisata Nara Kupu Jogya di Sleman, sejumlah outlet kuliner seperti pecel 57 mulai beroperasi di lokasi yang memiliki pemandangan gunung Merapi tersebut. Owner Pecel 57, lanjut Rosyani, outlet Nara Kupu merupakan lokasi ketiga yang beroperasi di wilayah Yogya. Bertahan sejak tahun 2006, pecel 57 diklaim akan menjadi salah satu kuliner primadona masyarakat kota pelajar itu.

"Pertama, kami punya khas aroma daun jeruk yang kuat dan seperti juga pecel madiun memiliki ciri khas bunga Turi, Timun Krai dan Lamtoro atau Petai Cina," ujar Rosyani saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/7).

"Khusus di Nara Kupu Jogya ini, kami menggunakan sayuran organik kolaborasi bersama Sayur Kendal Jogja yang konsisten memproduksi pertanian organik berbasis digital di lokasi Nara Kupu ini, jelasnya.

Rosyani menambahkan, bahwa makanan yang dia buat itu tidak hanya dijajakan di sejumlah outlet, namun juga bisa dipesan melalui sejumlah market place.

Selama promo soft opening, kata Rosyani, pihaknya memberikan potongan harga hingga 20 persen. Bahkan, khusus Sabtu dan Minggu pihaknya telah menyiapkan sejumlah menu spesial di luar menu reguler yang biasa disajikan.

"Jadi konsepnya memang buka outlet di tiga lokasi dan buka order via GoFood, Grabfood dan Shopee food. Terus untuk di Nara Kupu pada Sabtu dan Minggu juga kami siapkan menu spesial yang memang tida ada pada menu reguler," ungkapnya.

Diketahui, selain pecel 57, kuliner yang mulai beroperasi di Nara Kupu Jogya antara lain Morning Dew, Bakmi Mbah Walid dan makanan lainnya.

Field Manager Nara Kupu Jogya, Doni Darmawan, menyampaikan bahwa pihaknya mengajak warga DIY untuk terus menjaga ekosistem lingkungan antara lain dengan mengolah sampah organik menjadi kompos.

"Tentu dengan begitu akan tercipta kawasan yang ramah lingkungan, bersih, asri dan pastinya membuka peluang kerja untuk warga sekitar Nara Kupu," kata Doni.

Sementara itu, penanggung jawab Sayur Kendal, Rayhan Christian Siego, optimis bahwa usahanya akan terus berkembang.

Bahkan, menurut Rayhan, sayuran organik hasil cocok tanam dengan sistem urban farming yang ia bangun sudah mulai diminati banyak orang.

"Pertama karena memang sayurannya sehat hasil dari cara bertani yang sehat dan kedua sekarang persebaran hasil tani Sayur Kendal ini juga mulai meluas di Yogyakarta," ujar Rayhan. (OL-13)

Baca Juga: Wagub Jabar Sering Dengar Orang di Kampungnya Setubuhi Kerbau dan Ayam

Baca Juga

MI/Sumaryanto Bronto

Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif ke Komodo dan Padar

👤Palce Amalo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:16 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda penerapan tarif masuk ke Pulau Padar dan Pulau Komodo sebesar Rp3.750.000 per...
Ist

Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 07:37 WIB
Prevalensi nagka stunting Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi...
MI/HO

Ulama di Cirebon Doakan Ganjar Pranowo

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 03:02 WIB
ribuan orang yang hadir juga memanjatkan doa dipimpin oleh Kyai Abdul Munif untuk Ganjar Pranowo serta harapannya bagi Indonesia yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya