Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BELASAN titik panas (hotspot) muncul di kawasan Sumatra Barat (Sumbar) akhir-akhir ini, imbas dari musim kemarau. Sekaitan itu, warga Padang diminta tidak membakar sembarangan.
Kabid Operasional, Sarana dan Prasarana Damkar Kota Padang, Sutan Hendra mengingatkan kepada masyarakat Kota Padang agar tidak membakar lahan sembarangan.
Dia menambahkan, kalau pun terpaksa membakar, jangan sampai ditinggalkan sebab cuaca saat ini telah masuk kedalam musim kemarau.
"Karena kita akan masuk ke musim kemarau, agar masyarakat lebih berhati-hati lagi, jangan membakar lahan karena akan mudah menyebar," ungkap Sutan, Kamis (21/7).
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat (Sumbar) melansir adanya 19 titik panas (hotspot) di Sumbar pada Senin (18/7).
Mereka juga mengingat agar masyarakat untuk berhati-hati karena berdasarkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan lahan ditinjau dari analisa parameter cuaca untuk wilayah Sumbar 3 hari kedepan adalah mudah dan sangat mudah terbakar dibeberapa titik di Sumatera Barat.
Sebelumnya pada Selasa (19/7) kemarin terjadi kebakaran lahan warag di Jalan kimia 4 komplek perumahan 6, RT.02/RW.01 Kelurahan Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Sutan Hendra mengatakan kebakaran lahan diketahui setelah saksi atas nama Rahmadiyus (49) melihat api di sebuah lahan milik Zainal Bakar (70).
"Lalu saksi melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang pukul 14.20 Wib, berselang 19 menit kemudian petugas Damkar sampai di lokasi untuk memadamkan api," sebutnya.
Sekitar kurang lebih 20 menit proses pemadaman dan akhirnya api pun dapat dijinakkan. Sutan juga mengatakan lahan yang terbakar sekita 200 meter persegi.
"Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, apakah ada masyarakat yang melakukan pembakaran atau tidak," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Gakkum KLHK Kejar Satu Tersangka Perusak Tahura Mangkol
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved