Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman mengultimatum jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat segera menuntaskan pendataan jumlah siswa lulusan SD yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pendataan itu dinilai penting agar diperoleh data akurat rata lama sekolah (RLS) sebagai salah satu indikator indeks pendidikan.
"Saya ingin seluruh anak-anak yang lulus SD ataupun SMP di Kabupaten Cianjur itu harus terlaporkan kepada pemerintah. Misalnya di SD A, lulusannya berapa? Mereka melanjutkan ke SMP atau tidak? Itu harus
dilaporkan," jelas Herman, Minggu (17/7).
Upaya itu dilakukan dalam rangka menjaring data siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Sehingga nanti akan diketahui juga jumlah anak usia sekolah yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. "Jangan sampai ada masyarakat Cianjur yang tidak melanjutkan pendidikan, terutama ke SMP," tegasnya.
Herman tak memungkiri laporan pendataan sudah mulai dilaksanakan. Hanya, pendataan belum dilakukan secara maksimal. "(Laporan) ada, tapi belum semuanya," imbuh Herman.
Bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi, Herman mengaku pemerintah daerah siap membantu. Tapi dengan catatan sekolahnya sudah digratiskan.
"Termasuk yang melanjutkan ke sekolah swasta. Saya minta minimal kuota 5% saja untuk masyarakat yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Bajunya, sepatunya, bukunya, tasnya, akan kita bantu untuk masyarakat yang tidak
mampu," ujarnya.
Menurut Herman, pendataan usia pelajar yang melanjutkan pendidikan ataupun yang putus sekolah sangat penting. Nanti pendataan itu akan menjadi parameter meningkatkan indeks pendidikan. "Pendataan ini juga bagian dari upaya meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia)," sebut Herman.
Karena itu, ucap Herman, peran kepala sekolah juga harus bisa aktif membantu pendataan. Para kepala sekolah, tegas Herman, jangan hanya mau duduk manis di balik meja. "Mereka harus bisa turun ke lapangan. Tanyakan ke masyarakat masih ada yang tidak sekolah atau enggak. Terus didata," pungkasnya.
Rata lama sekolah di Kabupaten Cianjur jadi sorotan para wakil rakyat di DPRD setempat. Pasalnya, elemen tersebut menjadi parameter masih jebloknya IPM Kabupaten Cianjur.
"Mengacu indikator-indikator RLS, di Kabupaten Cianjur kami mendapati masih banyak masyarakat rentang usia 25-44 tahun yang hanya lulusan SD atau kisaran kelas 1 SMP. Hal ini menyebabkan masih rendahnya indeks pendidikan yang berdampak terhadap IPM," tegas Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana, belum lama ini.
Secara angka, kata Atep, ada ribuan jiwa warga Kabupaten Cianjur yang RLS-nya masih cukup rendah. DPRD pun mendorong ada formulasi agar RLS warga Kabupaten Cianjur bisa meningkat.
"Kami sudah lakukan rapat kerja dengan Disdikpora yang dilanjutkan rapat dengan pimpinan kami dihadiri Sekda dan Asda I. Kami mengusulkan agar Cianjur bisa fokus meningkatkan sektor itu (RLS). Insya Allah akan menyumbangkan poin untuk meningkatkan IPM," pungkas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut. (OL-15)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan program sekolah swasta gratis dengan menambah jumlahnya menjadi 103 sekolah pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved