Minggu 26 Juni 2022, 15:00 WIB

Ganjar Gandeng Komunitas Selesaikan Masalah Sampah

Haryanto | Nusantara
Ganjar Gandeng Komunitas Selesaikan Masalah Sampah

MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (baju putih)

 

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut, sampah menjadi persoalan serius yang harus ditangani secepatnya. Ganjar mengatakan, sampah tidak hanya memiliki dampak negatif bagi lingkungan, tapi juga mengurangi keindahan kota.

Hal itu disampaikan Ganjar, saat mengikuti Kongres Sampah II yang diadakan di Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (25/6). Kongres ini sempat tertunda akibat adanya pandemi Covid-19.

"Dalam perkembangannya, sampah memang butuh perhatian serius. Kalau sudah ada TPA menggunung kita ngga bisa selesaikan, penyakit, pandangan ngga baik serba negatif," ujar Ganjar.

Untuk menyelesaikan persoalan sampah, Ganjar turut menggandeng sejumlah komunitas untuk mengedukasi masyarakat. Selain itu, komunitas dilibatkan agar dapat membantu percepatan penanganan sampah.

Ganjar melanjutkan, dari Kongres Sampah II ini nantinya akan ada rekomendasi yang dapat dijadikan kebijakan secara nyata. Dari rekomendasi-rekomendasi tersebut, jika hasilnya bagus maka akan dilakukan replikasi soal pengelolaan sampah, termasuk bank sampah.

"Harapan kita hasil kongres sampah yang kedua ini betul-betul bisa memberikan rekomendasi yang bisa kita angkat jadi kebijakan publik untuk kita gerakkan. Nah nanti kita bagi-bagi lah sistem yang paling bagus, direplikasi, bagaimana mengelola sistem, termasuk bank sampah dan
seterusnya," kata Ganjar.

Pada kesempatan ini, Ganjar juga mengemukakan ihwal fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) di Cilacap, Jawa Tengah. Ganjar menyebut, pengolahan RDF sudah cukup baik.

Kendati demikian, lanjut Ganjar, perusahaan penjamin komoditas atau off taker masih perlu dicari sebanyak-sebanyaknya. Ganjar menilai, harus ada keinginan (willing) baik off taker maupun perseorangan untuk menampung sampah sebagai bahan bakar alternatif.

"Yang di Cilacap saya koreksi tadi saya bicara, yang pertama semen. Semen yang nangkep. Terus kemudian semennya itu menjadi off takernya. Skalanya tinggal kita kembangkan," ungkap Ganjar.

"Tapi memang mest dijagain karena off takernya menjadi penting. Kalo belinya hanya sekali dua kali, gagal semua. Maka mesti ada willing, keinginan dari company dan orang," sambung Ganjar.(OL-13)

Baca Juga

MI/Ruta Suryana

Edukasi Pengelolaan Sampah di Denpasar Sasar Siswa SD

👤Ruta Suryana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:50 WIB
EDUKASI pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar kini sudah menyasar anak-anak...
Ist

BEAM Rapid Response Rangers Dukung Tertib Parkir di Kota Bogor

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:49 WIB
BEAM Mobility telah beroperasi di negara seperti Australia, Selandia Baru, Korea Selatan,Turki, Thailand, Malaysia, dan siap beroperasi di...
MI/Benny Bastiandy

Semua Berawal dari Cita-cita Ingin jadi Guru

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:10 WIB
PEKERJAAN sebagai penerjemah bahasa isyarat terbilang cukup langka. Apalagi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang notabene mungkin belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya