Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM pendakian tahun ini, tim operator drone bergabung dengan para pendaki dan pemandu di Base Camp Everest untuk misi tak biasa. Misi mereka membersihkan sampah di gunung tertinggi dunia.
Selama bertahun-tahun, Everest mendapat julukan kelam sebagai “tempat sampah tertinggi di dunia”. Tumpukan kaleng kosong, botol plastik, tabung gas, hingga perlengkapan pendakian yang ditinggalkan telah mencemari kawasan yang dulunya murni.
Untuk mengatasi masalah ini, dua drone berdaya angkut besar DJI FC 30 diterbangkan hingga ke Camp 1 di ketinggian 6.065 meter. Dari sana, mereka berhasil menurunkan sekitar 300 kilogram sampah selama musim pendakian musim semi yang biasanya berlangsung April hingga awal Juni.
Menurut Raj Bikram Maharjan dari perusahaan Nepal Airlift Technology, drone menjadi solusi di antara pilihan lama yang hanya mengandalkan helikopter atau tenaga manusia. “Kami mengembangkan konsep ini agar sampah bisa diangkut lebih efisien dan aman,” ujarnya.
Keberhasilan uji coba tahun lalu mendorong penggunaan teknologi ini di beberapa gunung lain. Bahkan, pada Gunung Ama Dablam, sistem ini berhasil mengangkut lebih dari 600 kilogram sampah.
Wakil Ketua Pemerintah Lokal Khumbu Pasang Lhamu, Tashi Lhamu Sherpa, menyebut langkah ini sebagai terobosan penting. “Ini revolusi untuk menjadikan pegunungan lebih bersih dan aman,” katanya.
Efisiensi drone memang tak tertandingi. Tshering Sherpa dari Sagarmatha Pollution Control Committee menegaskan, “Dalam 10 menit, sebuah drone bisa membawa sampah sebanyak yang biasanya dibawa 10 orang dalam enam jam.”
Selain membersihkan sampah, drone juga digunakan untuk mengangkut perlengkapan vital pendakian seperti tabung oksigen, tangga, dan tali. Cara ini mengurangi perjalanan berbahaya melintasi Khumbu Icefall, salah satu jalur paling mematikan di Everest. “Drone membuat pekerjaan lebih cepat dan jauh lebih aman,” kata Nima Rinji Sherpa, pendaki termuda yang pernah menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia.
Airlift Technology berencana membawa drone ini ke Gunung Manaslu, puncak tertinggi kedelapan dunia, bulan depan. Maharjan menegaskan, “Drone bukan hanya berguna dalam perang. Teknologi ini bisa menyelamatkan nyawa, melindungi lingkungan, dan menjadi pengubah permainan bagi masa depan.” (AFP/Z-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Otoritas Nepal resmi menghapus sistem deposit sampah di Gunung Everest karena dinilai gagal. Kini, pendaki akan dikenakan biaya pembersihan non-refund.
Sebanyak 580 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat setelah terjebak badai salju parah di lereng timur Gunung Everest, Tibet.
Badai salju hebat melanda lereng timur Gunung Everest di Tibet, menjebak hampir 1.000 pendaki di ketinggian 4.900 meter.
66 juta tahun lalu asteroid raksasa menghantam Bumi, memicu kepunahan dinosaurus, tsunami raksasa, dan hilangnya 75% spesies.
Mengapa mayat pendaki dibiarkan di Gunung Everest? Cari tahu alasan di balik misteri puncak tertinggi dunia ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved