Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Ketua DPR RI Puan Maharani menyempatkan menyapa warga Surabaya yang tinggal di kampung padat penduduk. Puan mendatangi warga Perak Utara yang banyak tinggal di bantaran rel kereta api.
Mengenakan setelan hitam dan sepatu kets, Puan berjalan kaki menyusuri rel kereta yang membelah Kelurahan Prapat Kurung Tegal, Perak Utara, Pabean Cantian, Surabaya, Rabu (15/6). Sepanjang jalan di samping rel kereta, ia menemui warga yang berada di teras rumahnya.
Puan pun langsung menjadi sasaran selfie warga yang tak menyangka didatangi oleh orang nomor satu di lembaga perwakilan rakyat itu. Beberapa kali ia berbincang cukup lama dengan warga desa.
Di depan kantor RW, Puan sempat berdiskusi dengan sejumlah ibu-ibu warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan kuis untuk warga.
"Apa yang ibu-ibu ketahui tentang sosok Puan Maharani?" tanya Puan.
Warga pun berebut memberikan jawaban. Ada yang menjawab Puan adalah Ketua DPR, cucu Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia Soekarno, hingga putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Bahkan ada yang menyebut Puan sebagai tokoh negara yang cantik.
Kepada warga yang menjawab benar, Puan memberikan hadiah merchandise. Ia juga membagikan bantuan paket sembako untuk warga desa serta PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk ibu hamil dan anak-anak.
Baca juga : Kickoff P20, Puan Ajak Negara G20 Selamatkan Dunia dari Krisis Global
Secara khusus, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini mengunjungi 2 orang lansia. Puan lalu memberi bantuan kursi roda untuk kedua ibu lansia bernama Tirah dan Wagiyati tersebut.
“Semoga ibu Tirah dan Ibu Wagiyato selalu sehat ya,” ujarnya.
Kedua ibu sepuh penerima bantuan kursi roda itu mendoakan Puan agar sukses dalam menjalankan tugasnya.
Usai memberikan bantuan, Puan dijadwalkan untuk langsung beranjak dari kelurahan Prapat Kurung Tegal. Meski begitu, mantan Menko PMK tersebut memilih kembali berjalan kaki menyusuri rel kereta karena masih banyak warga yang menunggunya.
Beberapa warga bahkan ada yang berteriak mendoakan agar Puan diberi amanah untuk bisa menjadi presiden.
Tak lupa, Puan mengingatkan warga untuk selalu waspada menjaga anak-anaknya mengingat rumah mereka ada di dekat rel kereta. Warga pun banyak yang menyampaikan harapannya untuk bisa lebih diperhatikan oleh Pemerintah.
“Saya akan langsung bicara dengan Pemerintah Daerah dan Anggota Dewan di Surabaya untuk bisa terus membantu Bapak/Ibu yang masih tinggal di Prapat Kurung,” tegas Puan. (OL-7)
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya, telah masuk pada babak baru. Polda Jatim telah menangkap tersangka ketiga berinisial SY, 59.
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara soal kasus pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya membuahkan hasil. Kepolisian berhasil menangkap pelaku dan menetapkan tersangka
Rawon disebut dalam prasasti Taji di Ponorogo, Jawa Timur dan kala itu disebut rarawwan.
BAYI yang baru berusia dua minggu kehilangan ibunya PDA, 39, seorang warga binaan Rumah Tahanan Perempuan Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo yang meninggal dunia akibat sakit.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved