Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), terus melakukan pemantauan terhadap distribusi minyak goreng (migor) curah. Hingga kini harga migor curah dipasaran masih belum sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Pengawasan distribusi migor curah ini dilakukan mengingat sampai hari ini harga jual di pasaran masih belum sesuai harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah terus mengupayakan agar tidak banyak rantai distribusi migor curah," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Jabar Eem Sujaemah di Bandung, Jumat (27/5).
Untuk melakukan pemantauan, kata Eem pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah pusat, kabupaten dan kota supaya dari produsen kemudian langsung ke distributor dan langsung ke konsumen, jadi tidak banyak rantai yang bisa menyebabkan migor mahal di pasar. Sedangkan upaya yang dilakukan lainnya, yaitu dengan menggandeng Bulog Jabar agar harga migor curah dapat sesuai dengan HET.
"Saat ini harga migor curah masih di angka Rp17 ribu sampai Rp20 ribu per liter, jauh di atas HET Rp14 ribu per liter. Saya menilai, upaya penurunan harga migor curah ini akan memakan waktu," lanjutnya.
Hal ini, kata Eem, berbeda dengan harga migor kemasan, yang saat ini sudah menyesuaikan aturan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ia mengatakan Kemenag telah meminta setiap daerah bisa menyesuaikan harga keekonomian. Kendati demikain, pihaknya memastikan tetap melakukan pemantauan pula terhadap migor kemasan.
"Kami juga tetap melakukan pemantauan untuk harga keekonomian minyak goreng kemasan sesuai dengan autran dari Kemendag," terangnya.
Pemprov Jabar telah mencetuskan inovasi agar masyarakat mudah mendapatkan minyak goreng khususnya dengan harga murah. Inovasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan program pemesanan minyak goreng via aplikasi Sapawarga.
"Di masa krisis seperti ini kami tugaskan BUMD Agro Jabar untuk mencari sumber minyak goreng lalu dibagikan ke rumah tangga dengan cara senyaman-nyamannya. Karena ini sudah jaman digital maka kita pakai aplikasi," katanya. (OL-15)
MENJELANG Idul Fitri 2024 minyak goreng kemasan merek Minyakita dan Curah mengalami kelangkaan dan mahal di pasar tradisional yang ada di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
HARGA minyak goreng curah atau minyak goreng tanpa merk dengan kemasan plastik di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat terpantau melambung tinggi, harganya hampir setara
Jika HET minyak goreng curah dinaikkan, sudah barang tentu akan menambah beban masyarakat. Padahal, masalah utamanya ada pada aspek distribusi.
Permasalahan di sisi distribusi diduga yang mendorong pemerintah berencana menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan seusai Lebaran 2024.
MENTERI Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng curah tak bisa dihindari.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan terhadap harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved