Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA jelang sore banjir air laut pasang (rob) masih merendam beberapa daerah di pantura Jawa Tengah, Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Lumpuh dan ribuan kendaraan pekerja masih terendam di dalam lingkungan pabrik.
Menurut laporan tertulis Kepala Bidang Penangana Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, peristiwa itu terjadi diawali oleh rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamacitra tidak mampu menahan air yang cukup besar.
“Penyebab tanggul jebol diakibatkan rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamicitra tidak mampu menahan air laut yang cukup besar,” kata Dikki dalam keterangannya Selasa (24/5).
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, delapan titik banjir rob terjadi di Depan Pos 1, Depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjung Emas, Kawasan Lamacitra dan Dog Koja Bahari. Menurut catatan, kedalaman banjir rob hingga mencapai 1,5 meter di Kawasan Lamacitra, 55 sentimeter di Jalan Coaster, 40 sentimeter di Jalan M. Pardi, 50 sentimeter di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ampenan.
Terkait jumlah warga terdampak dan kerugian material, BPBD Provinsi Jawa Tengah sedang mendata lebih lanjut. Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai korban jiwa. BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama lintas instansi terkait terus berupaya mengevakuasi para warga terdampak.
"Data masih dinamis dari teman-teman pelaksana di lapangan, jadi masih tahapan assessment. Saat ini kami masih tahapan evakuasi masyarakat terdampak, penetapan lokasi dapur umum dan lokasi evakuasi sementara,” pungkasnya.
Sejak pagi beberapa pegawai mencoba mengambil kendaraan yang terendam di tempat parkir pabrik, namun karena ketinggian air banjir rob itu mencapai 1,5 meter terpaksa urung dilakukan. Kawasan Industri di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, lumpuh total karena tidak ada pabrik beroperasional setelah banjir air laut pasang menerjang kawasan ini mulai Senin (23/5) siang.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan banjir rob terjadi saat ini terbesar dalam beberapa tahun terakhir, ketinggian banjir mencapai dua meter karena adanya tanggul sungai yang jebol. "Ini betul-betul diluar prediksi kami," imbuhnya.
Selain merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, lanjut Hendrar Prihadi, banjir rob juga merendam beberapa kelurahan di Kecamatan Semarang Utara dan Genuk, bahkan saat banjir mulai menerjang ribuan pekerja dan warga terpaksa dievakuasi karena terjebak banjir tersebut. (OL-13)
Baca Juga: Banjir Rob kembali Rendam Daerah di Pantura Jateng
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Sejumlah pengusaha mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan di sektor perhubungan telah bekerja secara maksimal dalam mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
Puncak arus mudik menggunakan angkutan kereta api tujuan Semarang telah terjadi pada Jumat (28/3), dengan jumlah penumpang datang mencapai mencapai 28.978 orang.
Bea Cukai Tanjung Emas, BKHIT, PT Pelabuhan Indonesia, Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), dan PT Pelayaran Bintang Putih memusnagkan 1.850 karton kepiting beku impor.
DAMPAK banjir air laut pasang (Rob) menjadi langganan di pantura Jawa Tengah, perusahaan dan industri di kawasan Tanjung Emas Semarang mulai hengkang. Ratusan karyawan kena PHK.
Ada tiga kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas meninggalkan Semarang, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved