Kamis 12 Mei 2022, 17:53 WIB

DKP3 Kota Sukabumi Gerak Cepat Antisipasi Penularan PMK

Benny Bastiandy | Nusantara
DKP3 Kota Sukabumi Gerak Cepat Antisipasi Penularan PMK

ANTARA
Ilustrasi

 

DINAS Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi, Jawa Barat, bergerak cepat mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Upaya pencegahan pun diintensifkan kepada para peternak maupun penjual hewan ternak.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengaku sudah melaksanakan rapat koordinasi membahas berbagai upaya pencegahan menularnya PMK di Kota Sukabumi. Rapat koordinasi melibatkan juga Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

"Berbagai upaya antisipasi sudah kami bahas bersama Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menyikapi merebaknya penyakit mulut dan kuku. Rapat koordinasinya kami laksanakan pada Selasa (10/5)," kata Andri dihubungi Media Indonesia, Kamis (12/5).

Hasil rakor, sebut Andri, kemudian ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan. Tujuannya, menyosialisasikan berbagai upaya pencegahan. "Kami mendatangi pasar hewan dan rumah potong hewan untuk menyosialisaikan upaya-upaya pencegahan penularan PMK," sebut Andri.

Andri menuturkan upaya pencegahan bisa dilakukan di antaranya dengan mengintensifkan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan kandang. Andri mengimbau para peternak dan penjual hewan ternak seperti sapi, kerbau, ataupun domba segera melapor kepada DKP3 Kota Sukabumi seandainya menemukan gejala PMK. "Termasuk jika terdapat gejala pada hewan pemamahbiak atau ruminansa lainnya," kata Andri.

Hasil pemantauan di lapangan, Andri memastikan sejauh ini tidak ada temuan kasus hewan ternak yang mengarah ke PMK. Tak hanya di Kota Sukabumi, tapi juga di Kabupaten Sukabumi. "Mudah-mudahan tidak ada. Jangan sampai ada kasus PMK," tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, kata Andri, gejala PMK bisa ditunjukkan dengan kondisi hewan yang menderita demam tinggi, muncul air liur berlebihan, timbul luka di rongga mulut, lidah maupun kuku, serta hewab kehilangan nafsu makan. Gejala lainnya, hewan kesulitan berdiri serta bernapas cepat.

"Kami terus imbau peternak agar rutin melaksanakan disinfeksi kandang serta vaksinasi bagi hewan ternak mereka," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Ist

Kanwil Kemenkumham DKI dan PTA Kep. Bangka Belitung Perpanjang MoU

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:25 WIB
Diharapkan masing-masing instansi dapat saling bersinergi dalam memahami tugas masing-masing dan dapat meningkatkan pelayanan kepada...
Metro TV/Fransiskus Gerardus

Polres Flotim Evakuasi Penumpang KM Sirimau yang Kandas di Selat Witihama

👤Fransiskus Gerardus 🕔Rabu 18 Mei 2022, 10:51 WIB
Evakuasi penumpang mengutamakan ibu hamil, anak-anak, lanjut usia, dan orang sakit, khusunya penumpang yang lebih...
AFP

Minat Wisman untuk Golf di Batam Kembali Meningkat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 10:30 WIB
Tingginya minat wisman itu nampak dari jumlah peserta turnamen yang digelar padang golf...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya