Selasa 10 Mei 2022, 07:15 WIB

5 Hektar Lahan di Kalteng Terbakar, Waspada Awal Musim Kemarau

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
5 Hektar Lahan di Kalteng Terbakar, Waspada Awal Musim Kemarau

MI/Dwi Apriani
Ilustrasi: kebakaran lahan

 

SEDIKITNYA 5 hektare lahan terbakar di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (8/5) pada pukul 14.00 WIB.

Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama TNI, anggota Polsek Pantai Luci, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Cabang Barat.

"Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun saat terjadi kebakaran wilayah Kabupaten Sukamara sudah beberapa hari tidak turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa itu," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Selasa (10/5)

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini terkait awal fase musim kemarau yang mulai melanda sebagian wilayah di Tanah Air pada bulan Mei.

Dalam keterangan resmi BMKG, awal musim kemarau itu ditandai dengan adanya fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari, yang dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di wilayah utara garis ekuator.

Di sisi lain, BMKG menjelaskan bahwa hal itu juga diikuti dengan adanya pertumbuhan awan dan fenomena hujan yang akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang akan cukup mendominasi.

Menyikapi adanya informasi awal musim kemarau yang akan didominasi dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) di beberapa wilayah di Tanah Air, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah agar meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

"Beberapa upaya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan waduk dan penampungan air, pemeliharaan konservasi lahan dan air serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menghemat air agar dilakukan sedini mungkin," sebutnya.

Di samping itu, seluruh komponen di daerah harus bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara patroli rutin, mengawasi titik rawan kebakaran.

"Segera melakukan pemadaman api ketika ditemukan titik api hingga benar-benar padam, membuat penampungan air, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak sengaja atau sembarangan membakar," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Emas Turun 24 dolar Terdorong dolar AS Setelah Dua Hari Mapan

Baca Juga

MI/HO

Galang Dukungan Milenial, Teman Sandi Gelar Lomba Skateboard dan Futsal di Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:03 WIB
Skateboard adalah salah satu olahraga yang tidak hanya memacu adrenalin tetapi juga mempunyai banyak manfaat untuk...
MI/Adi Kristiadi

Penjualan Daging Sapi di Pasar Cipanas Tak Terpengaruh PMK

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:00 WIB
TINGKAT penjualan daging sapi potong di Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, relatif masih cukup normal di tengah mewabahnya...
MI/HO

Kelompok Tani di Ponorogo Gaungkan Dukungan untuk Erick Thohir untuk Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 14:55 WIB
Dukungan tersebut datang, saat Sobat Erick sedang melakukan berbagai aksi sosial di Ponorogo, Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya