Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban insiden jatuhnya alat berat jenis doozer ke laut di perairan Taboneo, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (6/5) lalu. Kondisi cuaca buruk di perairan ikut mempersulit proses pencarian korban.
Kasi Operasi BASARNAS Banjarmasin, Wasino, mengatakan sejauh ini Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Polairud, KSOP dan pihak perusahaan pemilik alat berat masih terus melakukan pencarian.
"Korban operator alat berat yang jatuh ke laut Taboneo belum ditemukan," ujar Wasino, Senin (9/5).
Untuk diketahui, sebuah alat berat jenis doozer dan operatornya bernama M Arifin terjatuh dari tongkang yang ditarik kapal tugboat TB XYG Fortune di perairan Tabuneo, akhir pekan lalu. Insiden ini disebabkan kondisi cuaca buruk di perairan membuat kapal miring. Dinding tongkang yang sudah rusak karena korosi tidak dapat menahan beban alat berat sehingga terjatuh ke laut.
Peristiwa serupa juga terjadi pada pekan sebelumnya, alat berat jenis doozer yang diangkut tongkang CLB Anugrah Lautan 09 jatuh di kawasan perairan Tabanio, Tanahlaut, bersama operator alat berat bernama Martinus.
"Dua insiden ini berasal dari perusahaan yang sama, sehingga keberadaan kapal-kapal tongkangnya berdasarkan hasil investigasi dilarang beroperasi," kata Wasino.
Baca juga: Pemkot Solo Dapat Bantuan Alat Berat dari Kementerian PUPR untuk Proyek PLTSa
Wasino menambahkan, kasus kecelakaan di perairan Kalsel sepanjang 2022 seperti Tanah Laut, Kotabaru dan Tanah Bumbu sudah beberapa kali terjadi. Sedangkan giat operasi SAR korban kecelakaan perairan termasuk bencana banjir, kecelakaan sungai dan laut periode Januari-Mei 2022 sebanyak 21 kali.
Pantauan Media, cuaca buruk terus melanda wilayah perairan Kalsel dalam beberapa waktu terakhir. Data BMKG menyebutkan tinggi gelombang di perairan Kalsel mencapai 2,5 meter dan meminta kewaspadaan bagi kapal-kapal nelayan, kapal tongkang dan ferry yang berlayar.(OL-5)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved