Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT Polres Tasikmalaya Kota gerebek dua tempat penyimpan petasan berukuran besar di gudang di Gang Lame, Kampung Babakan Selakaso, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (26/4) pukul 12.20 WIB. Dari penggerebekan ini diamankan jutaan petasan yang diangkut dalam tiga truk dalmas.
Pantauan di lokasi puluhan anggota Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek Cihideung berupaya mengamankan ratusan karung yang berisi jutaan petasan, untuk dinaikan ke dalam tiga truk dalmas yang telah disiapkan. Beberapa warga juga ikut membantu petugas yang disaksikan oleh RT, RW, Lurah, dan Kasitrantib.
Ketua RW 02, Parid Abdulah mengatakan, dua rumah yang digerebek oleh anggota Polisi itu dimiliki oleh satu orang pemilik bernama Cucu Sumiati, 49. Warga di sekitar tempat tinggal tidak tahu kalau kedua rumahnya dijadikan penyimpanan petasan. Untuk rumah yang dikontarakan itu memang ditemukan petasan di dalam gudang berada di lantai 3 dan Polisi kembali menemukannya di tiga kamar dijadikan gudang.
"Kami hanya mendampingi aparat keamanan supaya pemilik rumah koperatif dan semuanya digeledah hingga menemukan petasan dalam jumlah banyak di lantai 3. Petugas juga menemukan petasan yang berada di tiga ruangan kamar tidur yang dijadikan gudang," kata Parid, Selasa (26/4).
Sementara, Lurah Cilembang Zepi Dauladani, mengatakan, pihaknya memfasilitasi aparat Kepolisian dalam kegiatan ini. Dengan adanya temuan ini, pemilik rumah koperatif dan silahkan semua barangnya diambil karena berbahaya bagi diri pribadi dan lingkungan.
"Kami dari kelurahan sangat terkejut dan kaget pemilk rumah menjadikan rumahnya menjadi distributor penyimpanan petasan berukuran besar, kecil dan sedang. Barang tersebut, telah disimpan di dalam gudang di lantai 3. Gudang itu semula adalah kamar tidur yang diubah fungsinya," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Sunarto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat. Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan setelah diketahu informasinya valid barulah dilakukan penggerebekan.
"Kami sebetulnya belum mendata keseluruhan dari barang bukti yang disita. Untuk data sementara ada jutaan petasan telah diangkut memakai dua truk dalmas, kendaraan inafis. Dari keterangan pemiliknya, petasan itu didapatkan dari wilayah Cirebon yang dibeli seharga Rp50 juta," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: DKPPP Kota Cirebon Temukan Indikasi Ketidakhalalan Pemotongan Ayam
Kedua tersangka telah mendekam di Mapolresta Banyumas untuk menjalani proses hukum.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Dalam sepekan terakhir, tiga insiden ledakan akibat peracikan petasan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Hanya beberapa jam setelah ledakan, Kepolisian Delhi kini telah mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) yang menggunakan beberapa pasal, termasuk pasal terorisme.
Brimob Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan di lokasi ledakan Pamulang, tepatnya di permukiman Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang.
Presiden Prabowo menyebut laporan yang diterimanya menunjukkan adanya kelompok yang membawa petasan berdaya ledak tinggi saat demontrasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved