Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Dairi Tumpak Padang menilai soal pengangkatan pejabat di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintahan Kabupaten Dairi berdasarkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bukan berdasarkan isme kesukuan dan agama.
"Justru di bawah kepemimpinan Eddy Keleng Ate Berutu - Jimmy AL Sihombing ada keberagaman di SKPD, dengan keterwakilan suku dan agama. Untuk mengangkat pejabat SKPD, mereka mengutamakan SDM bukan isme kesukuan dan agama. Bila dilihatnya mampu dan bisa bekerja sama diangkatnya,” kata Tumpak, Senin (25/4).
Selama kepemimpinan mereka, kata Tumpak, baru sejarah ada Presiden dan banyak menteri datang ke Kabupaten Dairi.
"Eddy-Jimmy juga tidak pernah membeda-bedakan agama dan suku. Banyak tempat ibadah dibantu untuk pembangunannya. Setiap kegiatan keagamaan, contohnya acara NU, dia juga selalu hadir jika kita undang,” ujar Tumpak.
Di bidang pertanian, sambungnya, Eddy-Jimmy sangat peduli dengan petani di Kabupaten Dairi. Banyak program yang dilakukan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan perekonomian masyarakat petani.
“Ada program kartu tani dan KUR klaster untuk membantu petani,” tuturnya.
Terkait infrastruktur, Tumpak mengungkapkan saat ini banyak pembangunan yang dilakukan, seperti di Kecamatan Tanah Pinem, banyak jalan yang sudah diaspal. kalau sebelumnya harus naik mobil gardan dua ke sana, sekarang semua mobil sudah bisa melintas.
“Saya sudah melintas langsung jalan yang sudah diaspal di Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem,” ungkapnya.
Lanjutnya, sekarang juga sudah ada pembangunan pelebaran jalan yang dimulai dari jalan simpang Salak, Kecamatan Sidikalang. Meskipun itu proyek dari pemerintah pusat, tetapi sedikit banyaknya ada juga peran dari Pemerintah Kabupaten Dairi.
"Banyak sudah kemajuan dan perubahan setelah Kabupaten Dairi dipimpin Eddy-Jimmy. Kalau ada yang bilang tidak ada perubahan, enggak tau lagi lah kita gimana cara berpikirnya orang itu,” kata Tumpak.
Kalau mau diminta kesempurnaan, Tumpak mengakui mana ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan Eddy-Jimmy. “Namanya pemimpin pasti ada kelemahannya. Jangan gara-gara ada satu kelemahannya itu yang diungkit-ungkit. Keberhasilan yang diperbuat dilupakan,” tandasnya. (AP/OL-10)
Seluruh peserta Pemilu diminta untuk menjalankan kampanye yang berkualitas.
Sementara untuk target prevelensi stunting pada 2023 adalah 25,37%, untuk itu masih diperlukan kerja keras untuk mencapainya.
AKBP Reinhard masih diperiksa Propam Polda Sumut. Pemeriksaan itu lantaran Reinhard memberikan tindakan disiplin berupa tindakan fisik kepada dua anggotanya pada 28 Agustus lalu.
Sejumlah antisipasi menghadapi el nino, termasuk menyiapkan dana dekonsentrasi dilakukan Pemkab Dairi.
Dekranasda Dairi ingin membentuk satu ekosistem tenun yang di dalamnya terdapat petenun serta pembeli.
Pembangunan perpustakaan sangat penting untuk peningkatan literasi masyarakat.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
Rizki menilai pernyataan Panji telah merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Bagaimana pula kekisruhan berujung, Gus Yahya bertahan atau akhirnya tumbang?
AKTIVIS muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menilai rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Presiden Kedua Soeharto tak adil bagi para korban selama masa Orde Baru
AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menegaskan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan pemimpin rezim Orde Baru, Soeharto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved