Sabtu 16 April 2022, 21:54 WIB

Ganjar Kunjungi Kampung Pancasila Ingatkan Toleransi Menyatukan Bangsa

Haryanto | Nusantara
Ganjar Kunjungi Kampung Pancasila Ingatkan Toleransi Menyatukan Bangsa

MI/Haryanto
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengunjungi Kampung Pancasila yang berada di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timu

 

GUBERNUR  Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengunjungi Kampung Pancasila yang berada di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (16/4).

Kampung Pancasila merupakan destinasi wisata religi yang di dalamnya terdapat simbol bangunan lima tempat ibadah, yaitu musala, gereja, kelenteng, pura dan vihara.

Di sini, Ganjar menekankan nilai-nilai toleransi umat beragama yang harus dijaga dan dirawat bersama. Seperti yang dicerminkan lewat simbol lima rumah ibadah di dalam kawasan Kampung Pancasila.

Ganjar juga menyebut, perbedaan suku, agama dan ras yang ada membuat persatuan di Indonesia semakin kuat.

"Ini menarik. Satu tempat yang sempat viral karena ada cerminan rumah-rumah ibadah itu ada di sini. Ini kan cerminan Indonesia. Toleransi. Kalau toleransi itu ya seperti ini, yang mesti kita rawat, yang mesti kita jaga," kata Ganjar dalam keterangannya.

"Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat kita jadi satu, satu tanah air, Indonesia Raya," lanjut Ganjar.

Dalam kunjungannya, Ganjar didampingi oleh Ali Muslih, selaku keponakan dari almarhum KH Ali Mursyid. KH Ali Mursyid adalah seorang tabib dan pemilik rumah, sekaligus yang mendirikan Kampung Pancasila sejak tahun 1980 secara bertahap.

Lebih lanjut, Ganjar mengaku kagum dan banyak mempelajari semangat dan spirit dari mendiang KH Ali Mursyid, terutama dalam melakukan kebaikan antar sesama umat beragama.

"Dan sesuatu yang tidak punya nilai bisnis, karena ternyata beliau juga punya filsafat bahwa karena kemarin banyak yang kena Covid-19, ini cara menyenangkannya dengan piknik gratis. Jadi ada suasana spirit menebar kebaikan," ungkap Ganjar.

Senada dengan Ganjar, Ali Muslih menyebutkan tujuan didirikannya Kampung Pancasila tidak hanya untuk menjaga kerukunan dan toleransi umat beragama saja.

Lebih dari itu, Kampung Pancasila bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi anak sekolah dalam memahami arti kerukunan dan toleransi, seperti semboyan negara Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

"Karena membina orang untuk rukun itu sulit. Jadi dengan kita menghadirkan mini negara, katakanlah ini Bhinneka Tunggal Ika semua ada di sini Untuk mencerna dengan mudah, kaya anak-anak sekolah kan mudah untuk memahami dengan adanya fasilitas ini," ucapnya. (OL-13)

Baca Juga: Sinergi Kunci Mewujudkan Regulasi Hak Penerbit

 

Baca Juga

Antara

Covid-19 Masih Naik, Jateng Tetap Gelar PTM 100 Persen

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:46 WIB
KASUS covid-19 di berbagai daerah di Jawa Tengah kembali meningkat dan kini telah mencapai 1.555 warga dirawat di rumah sakit maupun...
dok.ist

Nelayan Sulsel Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:56 WIB
TERIKNYA mentari di pesisir Matene tak menggoyahkan semangat komunitas nelayan di Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulsel menyatakan dukungan...
DOK MI.

Junjung Netiket, Jadi Pejuang Antihoaks

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:15 WIB
Di antara netiket yaitu kompetensi mengakses informasi sesuai netiket serta menyeleksi dan menganalisis informasi saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya