Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS hujan yang lebat selama dua hari, ditambah drainase yang tersumbat sampah membuat puluhan rumah di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel terendam banjir. Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Ansori menjelaskan pihaknya mencatat ada sebanyak 63 rumah yang terendam banjir.
"Ketinggian air mencapai 80 cm, ini akibat hujan yang terus terjadi di wilayah tersebut. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya masyarakat setempat dievakuasi ke lokasi yang tidak terkena dampak banjir," ujar Ansori, Rabu (13/4/2022).
Ia menjelaskan, BPBD setempat telah melakukan pengecekan dan melakukan pendataan serta membantu dalam mengevakuasi warga, hingga material penting milik warga. "Kita menurunkan bantuan peralatan untuk membantu evakuasi warga," jelasnya.
Banjir seperti ini dapat berpotensi kembali terjadi di wilayah tersebut, mengingat saat ini sudah memasuki musim peralihan dan membuat intensitas hujan kian meningkat. "Selama beberapa hari ini memang wilayah Sumsel diguyur hujan, karenanya kami minta masyarakat untuk selalu siaga dan antisipasi, banjir bisa terjadi kapan saja," jelasnya.
Tak hanya merendam perumahan, banjir juga membuat genangan air yang cukup tinggi di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung. Setidaknya, ada dua lokasi jalan Lintas Timur yang tergenang banjir karena luapan sungai dan buruknya dranase yang ada di sisi kiri kanan jalan.
Dua lokasi Jalan Lintas Timur Palembang-Betung yang tergenang banjir karena luapan sungai antara lain di Km 14 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa dan sekitar SPBU Limau Kecamatan Sembawa Banyuasin.
Akibat jalan Lintas Timur Palembang-Betung yang terendam banjir, membuat arus lalu lintas dari kedua arah mengalami kemacetan panjang. Kendaraan yang akan melintas, harus memelankan laju kendaraannya. Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam menuturkan, jalan yang terendam banjir sudah menghambat kendaraan yang akan melintas baik dari arah Palembang maupun Pangkalan Balai.
"Kami berupaya melakukan pengaturan terhadap lalu lintas di dua titik jalan yang terendam banjir. Air mulai naik saat subuh tadi, sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan Lintas Timur," kata Ricky.
Pihaknya berkoordinasi dengan balai besar jalan untuk mengecek kendala yang dialami di dua titik ini. Bagaimana, air tidak lancar mengalir ke drainase hingg menyebabkan terjadinya banjir. "Mudah-mudahan, bisa segera surut dan arus lalulintas juga kembali normal," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Petugas Damkar Evakuasi Balita Tercebur ke Sumur Tua di Jaksel
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved