Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyarankan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merancang kebijakan ekonomi kerakyatan yang strategis dan progresif untuk UMKM.
"Bappenas perlu merancang kebijakan strategis dan progresif untuk UMKM
dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang membawa kesejahteraan
sebesar-besarnya rakyat banyak, sekaligus memperpendek jarak kesenjangan ekonomi Indonesia," ujarnya saat menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN) Republik
Indonesia, Suharso Monoarfa di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Yogyakarta, Sabtu (9/4).
Selain membicarakan ekonomi kerakyatan, pertemuan itu juga membincangkan ihwal penguatan sistem kesehatan. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam telah lama dan terus menerus mengembangkan mutu pelayanan kesehatan.
Dengan adanya kerja sama Muhammadiyah dengan Kementerian PPN, fasilitas
kesehatan bagi masyarakat luas diharapkan akan mengalami peningkatan.
"Dalam posisi beliau sebagai Menteri PPN kita juga memperkuat wawasan dan kerja sama Muhammadiyah dan pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan," tutur Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.
Pada kesempatan itu juga Haedar bersama dengan rombongan Kementerian PPN membahas tentang hubungan keislaman dan keindonesiaan, termasuk aktualisasi nilai-nilai keduanya dalam kebangsaan kini.
Menurut Haedar, Islam dan Indonesia memiliki sejarah dan basis pemikiran yang bersenyawa, antara keduanya tidak ada sesuatu yang harus
dipertentangkan. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran
kekuatan-kekuatan Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persis, dan gerakan Islam lainnya. Muhammadiyah bahkan telah mengeluarkan putusan muktamar resmi di Makassar tahun 2015 tentang negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.
"Kita juga berharap kepada kelompok warga masyarakat lain yang afiliasi
politik dan aliran agamanya cenderung heterogen untuk juga menempatkan
keislaman dan keindonesiaan sebagai satu kesatuan dan bukan sebagai
ancaman," tandas Haedar. (N-2)
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved