Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Agung Widyantoro membantah dirinya diisukan
tertangkap tangan dalam kasus penyalahgunaan sabu. Ia juga dikabarkan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polres Jakarta Barat.
Agung jadi sorotan, karena kabar santer itu menyebutkan anggota DPR RI yang ditangkap berinisial AW. Ia bersama rekannya sesama anggota DPR RI
berinisial HL.
Menanggapi kabar tersebut, Agung Widyantoro yang dihubungi, Jumat (8/4) siang menyatakan berita itu tidak benar.
"Saya merasa prihatin dengan pemberitaan yang tidak benar ini,
mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada saya menemukan orang yang menyebarkan berita yang tidak benar itu," ujar Agung Widyantoro.
Agung menambahkan, selain menyayangkan isu yang tidak bertanggungjawab
soal dirinya kena OTT Narkoba, dia juga akan melakukan langkah-langkah tindak lanjut sesuai hukum yang berlaku.
"Saya merasa dicemarkan nama baik saya atas isu tak sedap itu. Saya akan menempuh jalur hukum bila ada indikasi mengarah pada pihak-pihak tertentu. Insya Allah saya akan melaporkan kepada pihak penegak hukum," tegasnya.
Soal isu tertangkapnya dirinya oleh polisi, Agung mengaku pertana kali
mengetahui dari keluarganya di Brebes yang menanyakan kabar tersebut
"Saya pertama tahu adanya kabar saya ditangkap justru saat ditelepon
keluarga dari Brebes," ujar mantan Bupati Brebes itu.
Is menambahkan banyak yang menanyakan melalui pesan whatsapp, termasuk
rekan-rekan dari kalangan media.
"Saat sahur tadi pagi saya sempat mengirimkan foto kepada teman media
tentang keberadaan saya di rumah," jelasnya.
Menurut Agung, memasuki tahun politik ini, pihaknya harus waspada terhadap semua pihak yang berusaha menyebarkan berita bohong.
"Intinya Alhamdulillah saya saat ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Memasuki masa tahun politik, kita harus waspada terhadap berita-berita
bohong yang terus akan muncul," pungkasnya. (N-2)
Sudjatmiko menambahkan, pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, sebab, dana untuk perbaikan pascabencana mencapai angka Rp 70 triliun untuk tiga tahun.
Persoalan perbatasan di Papua tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Dibutuhkan kewenangan yang lebih luas untuk menyinergikan lebih dari 40 kementerian dan lembaga yang terlibat.
Tanpa pilihan rakyat, kader partai tidak akan bisa terpilih menjadi anggota DPR. Namun setelah terpilih, justru partai politik memiliki kendali penuh melalui mekanisme recall.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Kejelasan alokasi dana denda menjadi penting agar masyarakat dapat mengawasi secara langsung proses pemulihan lingkungan dan memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved