Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, warga dihadapkan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok
masyarakat (kepokmas) di awal Ramadan 1443 Hijriah pasca kewalahan
dengan kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng. Tidak hanya itu,
dalam waktu dekat direncanakan bakal ada kenaikan harga BBM jenis
Pertalite dan elpiji 3 kilogram.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan menilai
masyarakat akan semakin tersudutkan setelah harus menghadapi
kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.
"Harga kepokmas memang menunjukan kenaikan. Harga minyak belum turun lagi. Ada kebahagiaan dan kekhawatiran jelang Ramadan, yang selalu terjadi. Bahagia karena bulan Ramadan selalu membahagiakan, tapi khawatir karena kenaikan harga kepokmas meroket," ujar Farhan, Sabtu (2/4).
Menurutnya, ada praktik yang merugikan publik dengan memainkan harga di
tengah kondisi masyarakat yang masih sulit. "Bukan hanya karena kenaikan permintaan tetapi terjadi miss match dengan supply atau pasokan di pasar, sehingga hargaa-harga meroket," katanya.
Pihaknya menduga ada beberapa pihak yang memainkan pasokan kepokmas,
untuk itu perlu ada tindakan tegas.
"Komisi Pengawasan Persaingan Usaha agar secara aktif melakukan pengawasan yang nyata terhadap perusahaan-perusahaan yang menguasai produksi, distribusi hingga retails kepokmas. Jangan menunggu gejolak harga dan kelangkaan pasokan kepokmas," tegasnya. (N-2)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved