Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupatenn Tapanuli Utara, Sumatra Utara, berkomitmen melestarikan gondang Batak jenis tagading. Tujuannya agar uning-uningan atau musik leluhur Batak itu tetap terjaga.
Estomohi Sihombing, Kepala Bagian Pengembangan Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (28/3), mengatakan akan melestarikan musik alat musik Batak khususnya tagading.
Menurutnya, kemajuan teknologi musik modren dikwatirkan akan menggeser kekayaan musik suatu daerah termasuk musik Batak khususnya jenis tagading.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan memprogramkan uning-uningan akan dikumandangkan pada apel pagi setiap Jumat. "Pegawai juga diwajibkan memakai ulos Batak," katanya.
Program akan dimulai dari setiap kantor intansi pemerintah dalam apel pagi. Diharapkan, program ini bisa menular ke instansi lain, termasuk sekolah dan kantor swasta.
Estomohi yakin upaya ini akan mampu memicu semangat para kawula muda dan masyarakat luas, sehingga mereka akan lebih mencintai musik daerah.
"Ke depan, kami juga akan memprogramkan pelatiham gondang Batak untuk masyarakat luas. Satu saja tujuan kami yakni gondang Batak harus tetap terjaga dengan baik, dari masa ke masa," tandasnya. (N-2)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved