Jumat 25 Maret 2022, 17:05 WIB

Direktur PT KMI Ditahan Kejari Palangkaraya Pemodal dari Tiongkok Muncul

mediaindonesia.com | Nusantara
Direktur PT KMI Ditahan Kejari Palangkaraya Pemodal dari Tiongkok Muncul

dok.ant
Direktur PT Kutama Mining Indonesia (KMI) Wang Xiu Juan alias Susi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Palangkaraya, Kalteng.

 

DIREKTUR PT Kutama Mining Indonesia (KMI) Wang Xiu Juan alias Susi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Palangkaraya, Kalteng. Sementara itu pada Selasa (22/3/2022), pihak PT Tuah Globe Mining (TGM) diundang oleh orang yang mengaku sebagai suami Wang Xiu Juan di salah satu hotel bintang lima untuk pembicaraan perdamaian. Hal ini diungkapkan kuasa hukum TGM, Onggowijaya.

Namun, dalam pertemuan juga dihadiri oleh pemodal Tiongkok, pengacara, dan beberapa orang lainnya yang sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dengan PT KMI. Sedangkan dari pihak TGM hadir pemegang saham, direksi, dan para kuasa hukum.

Dalam pertemuan, disebutkan terjadi perbedaan pandangan para pihak tentang cara penyelesaian masalah yang membelit TGM dan KMI khususnya terkait dengan restorative justice.

"Kami terkejut karena ternyata yang hadir dari pihak lawan ternyata orang-orang dari China dan ada orang Surabaya beserta oknum pengacara yang sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dengan KMI. Bahkan ada oknum pengacara yang hadir tanpa bisa memperlihatkan surat kuasa dan itu merupakan pelanggaran kode etik advokat, jadi kami melihat perkembangan permasalahan hukum TGM dan KMI ini ternyata melibatkan orang-orang yang tidak memiliki legalitas. Kami dengan itikad baik hadir karena kami berpikir akan bertemu dengan suami Wang Xiu Juan dan berupaya menempuh upaya perdamaian dalam kasus hukum, ternyata yang dibicarakan oleh para pemodal Tiongkok itu bukan menyelesaikan masalah hukum TGM - KMI secara damai melainkan malah bertanya apakah masih dapat melanjutkan kerja sama atau tidak?,” ujar Onggo, dalam keterangannya, Jumat (25/3).

Untuk itu, Onggo meminta, pemerintah melalui instansi berwenang memantau dan memonitor perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT Kutama Mining Indonesia. Sebab, patut diduga modal-modal dari Tiongkok masuk ke Indonesia melalui nominee hal mana bertentangan dengan UU Penanaman Modal. "Mengapa jika pemodal Tiongkok memiliki modal tidak mendirikan PT atas nama mereka sendiri sebagai penanam modal asing? Padahal jika menggunakan nama mereka sendiri justru akan melindungi hak-hak hukum mereka di Indonesia," ujar Onggo yang turut hadir dalam pertemuan dengan pihak KMI.

Menurut kuasa hukum TGM lainnya yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Sabungan Pandiangan, pada intinya pemodal Tiongkok tetap ingin agar TGM dan KMI bisa melanjutkan kerja sama berdasarkan MoU 2012 dan 2019 yang telah dibatalkan oleh pengadilan. Padahal, kata Sabungan Pandiangan hal itu tidak mungkin terjadi karena KMI adalah pemegang 3 IUP sehingga sangat tidak mungkin

"Pemodal Tiongkok itu tidak memahami dengan baik apa yang kami sampaikan bahwa TGM dan KMI ini tidak bisa lagi kerjasama berdasarkan MoU lama karena KMI juga adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga tidak boleh pemegang IUP melakukan kegiatan penambangan di lokasi tambang pemegang IUP lainnya (TGM), apabila perusahaan pemegang IUP menambang di wilayah pemegang IUP lain, maka itu dapat dikategorikan melakukan penambangan illegal di luar wilayah IUPnya. Ini yang tidak dipahami pemodal Tiongkok dan itu sebabnya salah satu alasan MOU dibatalkan di pengadilan. Dengan pertemuan kemarin pada intinya pemodal Tiongkok berpendapat bahwa kerja sama masih dapat dilakukan padahal ada larangan regulasi tentang hal itu, jika mau kerja sama lagi maka MoU harus batal dan dibuatlah perjanjian baru, ini yang benar," jelas Sabungan Pandiangan.

Ditembahkan Onggo, modusnya adalah KMI membuat MoU dengan TGM pada tahun 2012, kemudian dengan modal MoU itu maka KMI diduga menggalang dana para investor yang mungkin salah satunya adalah pemodal Tiongkok di antaranya Mr. Wang yang hadir dalam pertemuan. Kemarin kami telah menjelaskan bahwa pihak yang harus dimintakan pertanggungjawaban atas investasi mereka adalah pihak KMI karena TGM tidak mengenal para pemodal asal China ini. Pihaknya meminta aparat penegak hukum kepolisian, kejaksaan, dan Dirjen pajak mulai melakukan penyelidikan terhadap orang-orang pemodal China dan setiap orang yang terlibat dalam grup mereka.

"Kami akan membantu menyerahkan semua bukti-bukti yang diperlukan untuk itu. Karena apabila ada uang besar masuk ke Indonesia tanpa ada melalui mekanisme yang semestinya maka hal itu harus ditelusuri, kami juga telah mengetahui siapa-siapa yang bermain di belakang layer dan perusahaan mana yang terafiliasi dengan grup pemodal China ini. Harapan kami adalah biarlah proses hukum antara TGM dan KMI berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada intervensi pihak-pihak yang sebenarnya tidak ada hubungan hukum serta Kami meminta KPK mengawasi pemodal-pemodal tiongkok ini termasuk para kuasa hukumnya," tandas Onggo.

Diketahui, Pengadilan Negeri Palangkaraya telah memenangkan TGM dalam sengketa perdata melawan KMI pada tanggal 15 Maret 2022. Dengan putusan ini, menurut kuasa hukum TGM maka tidak ada lagi hubungan hukum antara TGM dan KMI. Apalagi menurut mereka saat ini direktur KMI tersangkut kasus dugaan tindak pidana yang dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pengadilan.

“Siapa CH ini? Kemarin di pertemuan dia hadir padahal dia bukan mewakili KMI. Kami tahu bahwa ia berada di salah satu ruangan Kejaksaan Negeri Palangkaraya saat penyerahan tersangka padahal dia bukan kuasa hukum dan bukan keluarga tersangka, ada apa dan siapa dia? Kami meminta pihak Kejaksaan hati-hati terhadap oknum-oknum yang tidak jelas yang berupaya ikut campur dalam kasus ini. Kami berharap Kejaksaan Agung dan KPK mengawasi pria berinisial CH ini, kami sudah mengantongi identitasnya dan akan kami tindaklanjuti secara hukum," tandas Sabungan Pandiangan yang telah mengawal kasus ini sejak awal. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Chairul Rohman

Sandal Kayu Mahoni dari Tasikmalaya Rambah Pasar Prancis

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:08 WIB
"Sudah sampai Thailand sejak 2015, mereka suka dengan yang menggunakan kain songket. Kita juga ekspor sampai Prancis hingga...
ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

Polisi Temukan Puluhan Ternak Terinfeksi PMK di Deliserdang

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 29 Juni 2022, 21:55 WIB
Setelah dipastikan tertular PMK, hewan-hewan ternak tersebut kini sudah diisolasi dan ditangani mantri...
dok.ist

Polda DIY Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 29 Juni 2022, 21:53 WIB
POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar, melibatkan HY (37) dan UN (40) warga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya