Kamis 24 Maret 2022, 15:19 WIB

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Diprediksi Tembus Rp150 Ribu

Depi Gunawan | Nusantara
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Diprediksi Tembus Rp150 Ribu

ANTARA FOTO
Ilustrasi pedagang daging sapi

 

JELANG bulan Ramadan, permintaan beberapa kebutuhan pokok diprediksi bakal mengalami peningkatan seperti gula pasir, telur, dan beras.

Kepala UPTD Pasar Wilayah 1 pada Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat Mulyadi mengatakan meningkatnya permintaan konsumen berimbas pada naiknya harga sejumlah komoditi.

"Harga-harga sedikit naik, tapi kami pastikan ketersediaan komoditas dan kondisi pangan tetap aman," kata Mulyadi, Kamis (24/3).

Saat ini, dia menuturkan, harga kebutuhan pokok di lima pasar tradisional di Bandung Barat cenderung masih stabil. Misalnya gula putih Rp14.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram, daging ayam Rp24.000 per kilogram.

Terkait stok minyak goreng curah yang hingga saat ini masih terbatas, pihaknya telah berkoordinasi dengan provinsi agar secepatnya bisa mengatasi masalah ini.

"Ketersediaan curah di lapangan masih terbatas, kalau untuk (minyak) kemasan banyak. Mudah-mudahan sebelum bulan puasa stoknya sudah melimpah," ujarnya.

Baca juga: Stok Daging Sapi di Cianjur Jelang Ramadan Mencukupi

Sementara itu, pedagang di Pasar Panorama Lembang memprediksi harga daging sapi bakal melonjak hingga menembus Rp150 ribu per kilogram.

"Sekarang masih bertahan Rp130 ribu, naik sejak seminggu lalu dari harga normal Rp115 ribu per kilogram. Jika melihat pengalaman tahun lalu, saat mendekati puasa harga naik lagi menjadi Rp150 ribu," kata pedagang daging sapi, Hendra.

Dia mengungkapkan, naiknya harga daging sapi lantaran terjadi penurunan pasokan dari rumah potong. Kebutuhan sapi potong lokal dianggap kurang untuk memenuhi permintaan pasar.

"Sapi impor kurang, sementara stok sapi lokal enggak bisa tercukupi," ungkapnya.

Naiknya harga berimbas pada turunnya daya beli masyarakat. Indra menyebut jumlah pembeli ke pasar mengalami penurunan hingga 70%.

"Pembeli sepi, mungkin harganya yang terlampau mahal. Kalau harga terus naik, bisa-bisa pembeli pada kabur," jelasnya. (OL-5)

Baca Juga

Ist

Kiai Muda Dukung Ganjar Jatim Gelar Zikir di Pondok Pesantren Al-Furqon Gresik

👤mediaindonesia.co, 🕔Rabu 29 Maret 2023, 12:40 WIB
Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqon, para sukarelawan ikut dalam zikir dan tadarus Al-qur'an bersama pengurus dan...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

Pemprov Kalsel Kembali Bangun Lumbung Sosial

👤Denny Susanto 🕔Rabu 29 Maret 2023, 11:59 WIB
Lumbung sosial dibangun di tiap daerah rawan...
MI/APUL ISKANDAR

Bupati Simalungun Bantu Korban Bencana Kebakaran dari Kantong Pribadi

👤Apul Iskandar 🕔Rabu 29 Maret 2023, 11:28 WIB
Bantuan yang diberikan berupa material bahan bangunan sebanyak 150 sak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya