Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG bulan Ramadan, permintaan beberapa kebutuhan pokok diprediksi bakal mengalami peningkatan seperti gula pasir, telur, dan beras.
Kepala UPTD Pasar Wilayah 1 pada Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat Mulyadi mengatakan meningkatnya permintaan konsumen berimbas pada naiknya harga sejumlah komoditi.
"Harga-harga sedikit naik, tapi kami pastikan ketersediaan komoditas dan kondisi pangan tetap aman," kata Mulyadi, Kamis (24/3).
Saat ini, dia menuturkan, harga kebutuhan pokok di lima pasar tradisional di Bandung Barat cenderung masih stabil. Misalnya gula putih Rp14.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram, daging ayam Rp24.000 per kilogram.
Terkait stok minyak goreng curah yang hingga saat ini masih terbatas, pihaknya telah berkoordinasi dengan provinsi agar secepatnya bisa mengatasi masalah ini.
"Ketersediaan curah di lapangan masih terbatas, kalau untuk (minyak) kemasan banyak. Mudah-mudahan sebelum bulan puasa stoknya sudah melimpah," ujarnya.
Baca juga: Stok Daging Sapi di Cianjur Jelang Ramadan Mencukupi
Sementara itu, pedagang di Pasar Panorama Lembang memprediksi harga daging sapi bakal melonjak hingga menembus Rp150 ribu per kilogram.
"Sekarang masih bertahan Rp130 ribu, naik sejak seminggu lalu dari harga normal Rp115 ribu per kilogram. Jika melihat pengalaman tahun lalu, saat mendekati puasa harga naik lagi menjadi Rp150 ribu," kata pedagang daging sapi, Hendra.
Dia mengungkapkan, naiknya harga daging sapi lantaran terjadi penurunan pasokan dari rumah potong. Kebutuhan sapi potong lokal dianggap kurang untuk memenuhi permintaan pasar.
"Sapi impor kurang, sementara stok sapi lokal enggak bisa tercukupi," ungkapnya.
Naiknya harga berimbas pada turunnya daya beli masyarakat. Indra menyebut jumlah pembeli ke pasar mengalami penurunan hingga 70%.
"Pembeli sepi, mungkin harganya yang terlampau mahal. Kalau harga terus naik, bisa-bisa pembeli pada kabur," jelasnya. (OL-5)
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
AKSI mogok berjualan pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berlanjut hingga Senin (26/1).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi isu rencana aksi mogok berjualan yang akan dilakukan pedagang daging sapi.
Dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang tahun 2026, Perumda Dharma Jaya merencanakan impor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia.
Para tamu Ramadan Fusion Feast di Hotel Ciputra Jakarta dapat menikmati beragam hidangan khas Nusantara, Timur Tengah, Arab, Western, lengkap dengan aneka dessert manis.
Tahun ini, The Papandayan kembali mengajak masyarakat Bandung menikmati kehangatan tersebut melalui Pasar Ramadan di Pago Restaurant
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tahun ini, Imlek dirayakan berdekatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan dua tradisi besar, masyarakat Tionghoa dan umat Muslim.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved