Selasa 15 Maret 2022, 20:32 WIB

Luhut Apresiasi Pengelolaan IPAL Bojongsoang Bandung

Naviandri | Nusantara
Luhut Apresiasi Pengelolaan IPAL Bojongsoang Bandung

Antara
Menko Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam sebuah acara.

 

MENKO Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi pengelolaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) Bojongsoang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Hal itu diungkapkan Luhut saat meninjau IPAL Bojongsoang yang dikelola oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung. "Saya ucapkan terima kasih juga kepada pihak yang terus berupaya mendukung program pengelolaan limbah domestik," ujar Luhut, Selasa (15/3).

Luhut menekankan bahwa semua pemerintah daerah harus bekerja keras dalam menangani limbah domestik. Harapannya, pada 2025, sebanyak 645 ribu kepala keluarga (KK) di 795 desa dan kelurahan, serta 10 kabupaten/kota terlayani sanitasi yang layak. 

Baca juga: Perputaran Uang dari Sampah Plastik di Bali Capai Rp1,2 M per Hari

Pihaknya juga berharap program pengelolaan limbah domestik terus berkesinambungan. Termasuk, bersinergi dengan pakar dan akademisi. "Sekitar 80% kita selesaikan. Tinggal bagaimana pemerintah terus kolaborasi. Kata kuncinya disiplin, agar terintegrasi," pungkasnya.

Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana memaparkan tentang IPAL Bojongsoang dan penanganan limbah domestik di Kota Bandung. Yana menyebut IPAL domestik Bojongsoang memiliki luas 85 hektare, yang dikelola PDAM Tirtawening Kota Bandung.

Baca juga: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 6 Provinsi Belum Capai Target

"Jadi IPAL domestik Bojongsoang ini milik Pemkot Bandung yang dikelola PDAM. Tetapi, lokasinya ada di Kabupaten Bandung. Dari pengolahan ini, melayani 100 ribu rumah setara dengan 500 ribu jiwa," papar Yana.

Adapun IPAL Bojongsoang yang berusia 30 tahun, lanjut dia, masih dilengkapi teknologi konvensional. Rencananya, Bank Dunia akan memberikan bantuan untuk pembaruan teknologi.

Diketahui, IPAL Bojongsoang berfungsi untuk mengolah air limbah rumah tangga dari Kota Bandung. Tujuannya, menurunkan tingkat pencemaran sungai di Kota Bandung. Serta, mengurangi beban pencemar yang masuk ke Sungai Citarum.(OL-11)

 

 

Baca Juga

MI/MARCEL KELEN

Belum Ada Temuan PMK di Papua, Pemerintah Daerah Larang Ternak dari Luar pada Idul Adha

👤Marcel Kelen 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:25 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Papua berharap penyakit PMK tidak terjadi di...
MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Hasil Lab BBVeteriner Maros Pastikan Kematian Sapi di Sulsel Negatif Antraks

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:08 WIB
Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan ternak dapat dehidrasi di area...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya