Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus berupaya mengatasi persoalan sampah di antaranya dengan memaksimalkan fungsi 1.616 bank sampah, ditambah pelayanan pengelolaan sampah yang diakses secara digital melalui sejumlah aplikasi.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan perlu ada perubahan paradigma pengelolaan sampah yang mengakar dan terpadu dari hulu ke hilir. Jangan sampai, katanya, sampah dianggap sebagai masalah yang harus ditangani pemerintah saja. Agar dapat memberikan manfaat ekonomi, sumber daya dan lingkungan yang lebih sehat.
"Pertambahan jumlah penduduk, perubahan konsumsi masyarakat, hingga pandemi covid-19 membuat timbulan sampah di Jabar makin bertambah. Tahun 2020 jumlah penduduk Jabar mencapai 49,9 juta jiwa dengan timbulan sampah yang mencapai 24,790 juta ton per hari dengan komposisi sampah sisa makanan, plastik dan kertas karton," ungkap pria yang karib disapa Kang Emil.
Menurut gubernur, sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja serta pembungkus barang lainnya. Dari total timbulan sampah plastik, yang telah didaur ulang diperkirakan baru 10-15% saja. Sisanya, sebanyak 60-70% ditimbun di TPA dan 15-30% belum terkelola dan terbuang ke lingkungan.
Baca juga: Sampah Plastik Jadi Tantangan dalam Mengembangkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtyas menambahkan, sampah di Jabar masih menjadi persoalan pelik mengingat tingginya produksi sampah. Dalam satu hari ada 24 ribu ton sampah di Jabar harus diselesaikan. Sementara target pengurangan 30% pada tahun 2025 sekarang baru mencapai 5-10%.
"Angka 24 ribu ton per hari harus segera diselesaikan, terutama dari sumbernya yang banyak berasal dari rumah tangga. Dari TPS Sarimukti saja, sampah dari Bandung Raya mencapai 2.000 ton per hari," ujar Prima.
Pihaknya berharap kepedulian masyarakat untuk membantu menyelesaikan urusan sampah yang dihasilkan masyarakat dan harusnya masyarakat juga ikut menyelesaikan. Salah satu kepedulian masyarakat mengolah sampah dihadirkan dengan menggandeng bank sampah yang jumlahnya di Jabar terus bertambah.
"Sudah ada 1.616 bank sampah di Jabar menyelesaikan juga pemilahan sampah dan digunakan kembali. Keberadaan bank sampah bisa menghadirkan siklus ekonomi namun karena warga di level RT belum berkoordinasi secara terpadu, dari 1.600 yang aktif hanya beberapa," tuturnya.
Untungnya, kata Prima, keberadaan bank sampah kini ditopang adanya sejumlah aplikasi digital pengelolaan sampah. Dari 1.800 belum semua aktif, ada up and down, ada yang sekarang timbul dan hilang. Kolaborasi dengan platform digital ada Octopus, MySmash, Greeny dan Pointtrash, itu paling besar dan bisa digunakan digital.
Dia berharap keberadaan bank sampah yang kini sudah terhimpun dalam Asosiasi Bank Sampah Indonesia bisa mengelola sampah hingga 30% karena saat ini bank sampah baru sanggup mengelola 10-15% sampah.
"Kami sediakan bank sampah itu kalau bisa RT ada kordinasi dengan bank sampah setempat, kita sudah sebar dan coba koordinasi dan apalagi ada aplikasi hanya saja siapa yang koordinasi," pungkasnya.(OL-5)
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved