Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim tanam gadu (kemarau), PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi, baik Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat aman sesuai alokasi kebutuhan.
Vice President komunikasi perusahaan Pupuk Kujang, Ibrahim Herlambang mengatakan, pihaknya memastikan ketersediaan stok pupuk di Tasikmalaya aman sesuai alokasi pada musim tanam (MT) ke dua ini. PT Pupuk Kujang menyiapkan stok melebihi ketentuan dari pemerintah. Namun, untuk alokasi dibuat pemerintah daerah setempat disusun berdasarkan usulan dari petani.
"Pada tahun ini di Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 64.472 ton terdiri dari 45.218 ton urea, 19.254 ton organik. Sedangkan, Kota Tasikmalaya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 3.787 ton terdiri dari 3.079 ton urea dan 708 ton organik," katanya, di Tasikmalaya, kemarin.
PT Pupuk Kujang, jelasnya, hingga 8 Maret 2022 di Gudang lini III Awipari Kota Tasikmalaya tersedia 3.168 ton dan ada pupuk organik sebanyak 462 ton.
"Dengan kondisi stok ini, kami berpesan agar para petani di Tasikmalaya tak perlu lagi khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Karena, stok pupuk untuk daerah lainnya di luar Tasikmalaya masih tetap aman tersedia di setiap toko resmi seperti di Tasikmalaya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Petani Mandiri Indonesia (GPMI) Jawa Barat, Yuyun Suyud alias Abah Uyung mengatakan, para petani khawatir adanya wacana pencabutan subsidi pupuk bagi petani. Pihaknya akan menolak keras dengan wacana tersebut. Pencabutan subsidi rencananya itu akan dilakukan untuk tiga jenis pupuk, yaitu organik, SP36, dan ZA.
"Ketiga pupuk sekarang masih diperlukan oleh para petani. Kami jelas menolak apapun kebijakan yang dilakukan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani. Apalagi, pupuk subsidi untuk tiga jenis dicabut petani terpaksa harus membeli pupuk dengan harga tiga hingga empat kali lipat dibandingkan saat ini dan harga jual bisa membengkak," katanya.
Jika memang subsidi pupuk dicabut, ungkap Yuyun, harga komoditas pertanian akan naik dan memberatkan konsumen. "Jangan lagi nanti pemerintah lalu impor, petani akan mati dan ketahanan pangan tergantung negara lain. Itu lebih ber bahaya," tegasnya. (OL-13)
Baca Juga: Sudah 178 ribu ton Pupuk Subsidi Disalurkan di Jabar
Pupuk Kujang memastikan ketersediaan stok di wilayah distribusi di Jawa Barat.
Bantuan logistik yang dibawa menggunakan truk itu berisi paket sembako. Bantuannya terdiri dari beras, minyak goreng, gula, serta mi instan
Pupuk Kujang merencanakan pembangunan pabrik baru Kujang-1C sebagai pengganti pabrik Kujang-1A yang sudah tua dan relatif tidak efisien.
Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk sinergi perusahaan sekaligus bentuk silaturahmi dengan masyarakat,
Adapun langkah untuk mengurangi emisi karbon yaitu membuat pabrik yaitu pabrik CO2 cair, dan pabrik dry ice.
Kami terus mengoptimalkan produksi untuk mendukung segala upaya pemerintah termasuk langkah penambahan alokasi dan jenis pupuk subsidi kepada petani
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PENYALURAN pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama di 2026 langsung diserbu para petani.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di 2026.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat penjualan pupuk nonsubsidi sebesar 836 ribu ton melalui program One Day Promotion (ODP) yang digelar di 10 provinsi.
Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 sebagai revisi atas Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved