Selasa 08 Maret 2022, 18:07 WIB

Rumah Rusak akibat Pergerakan Tanah di Kabupaten Sukabumi Bertambah

Benny Bastiandy | Nusantara
Rumah Rusak akibat Pergerakan Tanah di Kabupaten Sukabumi Bertambah

DOK MI
Ilustrasi tanah bergerak

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan posko darurat di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, yang merupakan salah satu daerah terdampak pergerakan tanah. Hingga kini, jumlah rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah bertambah.

Pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi terjadi di lima desa di empat kecamatan. Di Kecamatan Palabuhanratu, lokasinya berada di Desa Pasirsuren dan Desa Tonjong. Di Kecamatan Cikakak berada di Desa Cikakak. Sementara di Kecamatan Cisolok berada di Desa Pasirbaru. Sedangkan di Kecamatan Bantargadung lokasinya berada di Desa Limusnunggal.

Berdasarkan data terbaru BPBD hingga Senin (7/3), dari lima desa di empat kecamatan itu mengakibatkan rumah rusak berat tercatat sebanyak 58 unit, rusak sedang sebanyak 69 unit, dan rusak ringan sebanyak 64 unit. Sebanyak 52 kepala keluarga atau 196 jiwa saat ini harus mengungsi lantaran bangunan rumah mereka cukup berisiko seandainya masih ditempati. Selain itu, terdapat sebanyak 202 kepala keluarga atau 817 jiwa yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra, menuturkan keberadaan posko kedaruratan untuk memantau perkembangan dan memudahkan pendataan di lapangan. Sebab, pergerakan tanah masih terjadi yang berdampak bertambahnya jumlah bangunan rumah yang rusak.

"Kami dirikan posko kedaruratan ini di Kampung Nyalindung Desa Pasirsuren karena cukup banyak rumah yang rusak akibat pergerakan tanah," kata Wawan, Selasa (8/3).

Dari beberapa warga ada yang sudah mengungsi. Namun, sebut Wawan, BPBD belum mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya rusak. "Ada yang mengungsi ke rumah saudaranya, ada juga yang di tempat pengungsian sementara seperti di majelis (madrasah)," tuturnya.

Kondisi kesehatan warga dan pengungsi terus dipantau. Apalagi di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem, memungkinkan penyebaran penyakit lebih cepat. "Kalau ada yang sakit langsung kami tangani bekerja sama dengan tim medis yang diperbantukan di sini," jelasnya.

Wawan menyebut potensi kebencanaan masih cukup tinggi. Kondisi tersebut tak terlepas prakiraan BMKG yang menyebut intensitas curah hujan masih cukup tinggi hingga akhir Maret ini. "Kami siap siaga. Ada beberapa laporan bencana, tapi personel di lapangan sudah bisa menanganinya," pungkas Wawan. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/DWI APRIANI

Festival Sriwijaya XXX Bangkitkan Pariwisata Sumsel

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 30 Juni 2022, 17:15 WIB
Rasa optimisme itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Festival Sriwijaya XXX Tahun 2022 di Halaman Museum Sultan Mahmud...
dok.Kominfo

Jambi Terima Bantuan STB 39.550 STB Unit untuk RTM

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:09 WIB
GUBERNUR Jambi Al Haris mengapresiasi pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kominfo saat Sosialisasi Analog Swicht Off (ASO) dan...
MA pelaku penyalahgunaan BBM subsidi.

Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Serahkan Diri ke Polisi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 30 Juni 2022, 15:08 WIB
Pada 29 Juni, Ma alias Heli menyerahkan diri ke kantor Direktorat Polairud. Pelaku langsung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya