Selasa 08 Maret 2022, 10:17 WIB

Supir Pengangkut 20 Motor Bodong dari Surabaya Diberi Rp500 ribu/unit

John Lewar | Nusantara
Supir Pengangkut 20 Motor Bodong dari Surabaya Diberi Rp500 ribu/unit

MI/John Lewar
Barang bukti 20 unit sepeda motor dari Surabaya ke Manggarai Barat, NTT yang tidak dilengkapi dokumen, dihalaman Mapolres Mabar.

 

SUPIR truk exspedisi Mukti Raya, Stefanus Jewaru (48) di halaman kantor Lantas polres Manggarai Barat menjelaskan sebelumnya pernah membawa 5 unit sepeda motor dari Surabaya, Jawa Timur menggunakan tol laut melalui dermaga multipurpose di Labuan Bajo Manggarai Barat.

Karena tidak ada masalah, sebelum dari Surabaya kemarin pemilik motor bernama mas Eko, membawa beberapa unit sepeda motor dan memintanya untuk mengangkut lagi 20 unit sepeda motor.

"Waktu proses pengangkutan, kami angkat sama-sama motor itu. Ada 20 unit dan saya dibayar per unit Rp500.000. Mereka bilang nanti sampai ditujuan akan ditelepon dan pemilik kendaraan di Manggarai akan datang ke gudang dan mengambil kendaraan," tutur Stefanus, Selasa (8/3).

Stefanus mengaku, ada empat nama selain pemilik Mas Eko yang berada di Surabaya. Ada nama Egor dan Epang asal kampung Tehes Ruteng. Namun, Stefanus enggan menyebut nama ke empat dari tiga pemesan lainnnya. Diduga kuat ada oknum aparat di balik pembelian motor bodong tersebut.

Terkait kelengkapan dokumen, menurut Stefanus, dirinya tidak mengetahui sama sekali tentang manifest pengiriman barang. Dirinya hanya ditugaskan untuk mengangkut dan mengantar sampai ke tempat tujuan.

"Kalau saya memang ditugaskan untuk mengangkut. Waktu masukkan motor ke dalam Oto expedisi, kami sama-sama mengangkat tetapi soal kelengkapan dokumen sama sekali saya tidak tahu," ungkap Stefanus pria asal Ruteng ini.

Dari keterangan polisi,  20 unit sepeda motor itu tidak memiliki kelengkapan bukti dokumen seperti STNK dan BPKB. Ada STNK dan BPKB, namun bukan yang aslinya hanya di scan kemudian dijadikan sebagai kelengkapan dokumen.

Menurut Kasat Lantas, Polres Manggarai Barat, Iptu Royke Weridity, pihaknya menemukan bukti dokumen kendaraan sebanyak 20 unit itu tidak membayar pajak sejak tahun 2017. Seluruh surat-surat STNK telah habis masa berlaku dan bahkan Ada STNK palsu.

"Yang kami cek itu BPKB dan STNK sudah tidak berlaku hampir semua kendaraan sebanyak 20 unit ini tidak membayar pajak. Lagi pula seluruh STNK dinyatakan palsu karena melalui scan kemudian dibawa oleh sopir ekspedisi," ungkap Royke.

"Nanti kami akan bekerja sama dengan pihak Reskrim yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga pengusutan secara tuntas," lanjut Roy. (OL-13)

Baca Juga: Viral, Kemendagri Janjikan Segera Disetujui Tambahan Penghasilan Pegawai

Baca Juga

Antara/Fikri Yusuf

Tren Healing Melukat di Carangsari, Berkahnya Mengalir Hingga ke APBD Kabupaten

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:09 WIB
Berkendara 90 menit saja dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, kita akan tiba di Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung,...
Ist

Jogja Fair 2022 Digelar Bersamaan Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:00 WIB
Event berkelas yang memadukan dari segi bisnis, edukasi, dan hiburan ini akan dihelat di Jogja Expo Center pada 6-9...
DOK Sahabat Ganjar

Emak-Emak Kuningan Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

👤Widhoroso 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:35 WIB
DUKUNGAN terhadap Ganjar Pranowo untuk maju dalam pilpres 2024 terus mengalir. Kali ini, dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah itu datang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya