Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 ikut berpengaruh pada kegiatan ekonomi, salah satunya adalah perikanan. Imbas dari pandemi dan kebijakan penanganannnya sebagian besar nelayan mengalami penurunan pendapatan. Hal ini juga dirasakan oleh para nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, aktivitas penangkapan ikan di Indonesia didominasi oleh nelayan kecil. Lebih dari 90% nelayan Indonesia adalah nelayan yang menangkap ikan di daerah pesisir. Perikanan skala kecil ini berperan penting dalam menyediakan mata pencaharian dan ketahanan pangan bagi para nelayan skala kecil dan masyarakat lokal di wilayah pesisir.
Desa Bandengan sebagai desa pesisir mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan.
“Para nelayan di desa kami ini beragam, ada nelayan besar yang menggunakan kapal besar dengan jumlah ABK 10-15 orang dan ada kapal kecil dengan jumlah ABK 2-3 Orang,” ujar Nursalim, Sekretaris Forum Nelayan Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Cirebon, Jabar.
Kapal Besar dapat digunakan untuk menangkap ikan hingga 10 ton. Ikan yang biasanya ditangkap nelayan adalah teri, kembung, barakuda, dan ikan-iklan lainnya. Sedangkan kapal kecil biasa digunakan untuk menangkap rajungan dengan total muatan mencapai 1 kuintal.
Nursalim menambahkan, biaya melaut para nelayan juga membutuhkan dana yang lumayan, dalam satu hari untuk memenuhi kebutuhan solar, makan dan keperluan melaut lainnya bisa menghabiskan Rp200 ribu hingga Rp800 ribu.
Selain operasional, di sisi lain nelayan juga harus memperhatikan kondisi kapal agar laik laut, layak melakukan pelayaran. Salah satunya melalui pengecatan berkala untuk melindungi kapal dari korosi dan menghambat tumbuhnya lumut.
Tanggap akan hal itu, Nippon Paint Indonesia melalui program CSR Warnai Kehidupan berupaya untuk membantu para nelayan di Desa Bandengan dengan mendonasikan 507 Liter cat yang terdiri dari produk Bee Brand 1000 dan Copper Paint Anti-Fouling.
Topan Wijaksono, Area Sales Manager Nippon Paint Indonesia Topan Wijaksono mengungkapkan, aksi donasi dan pengecatan kapal nelayan di Desa Bandengan ini menjadi bentuk kepedulian Nippon Paint Indonesia agar kapal-kapal tetap terawat.
Baca juga : Gubernur Sumbar Serahkan Bantuan Beras Untuk Penyintas Gempa di Pasaman dan Pasaman barat
"Selain itu membantu docking sehingga kapal para nelayan di desa Bandengan tetap dalam kondisi laik laut dan memperpanjang usia teknis kapal," katanya.
Topan melanjutkan, Bee Brand 1000 merupakan cat sintetis enamel yang dapat diaplikasikan pada berbagai subtract kayu dan besi baik interior maupun eksterior. Berbasis solvent-based, membuat cat ini mudah diaplikasikan, dan memiliki hasil akhir gloss (mengkilap).
Selain itu, Bee Brand 1000 juga tahan sinar matahari, tahan lama dan lebih cepat kering. Sementara, Copper Paint Anti-Fouling ditujukan untuk mengecat kapal kayu, kapal ikan, yachts, dan lain sebagainya.
“Dengan dukungan yang dilakukan oleh Nippon Paint melalui pengecatan kapal nelayan, diharapkan dapat menjadi stimulan demi keberlangsungan kegiatan perekonomian bagi 350 warga Desa bandengan ke depannya,” tandas Topan.
Diakui oleh Sekretaris Desa Bandengan Bagian Ekonomi Pembangunan Adi Susanto, bantuan donasi cat dari Nippon Paint Indonesia untuk para nelayan di Desa Bandengan ini sungguh berarti.
“Kami dapat mengecat kembali 100 kapal nelayan Desa Bandengan, dari kapal yang kecil sampai yang besar. Selain lambung kapal, kami juga mengecat bagian bawah kapal yang rentan lumut. Adanya cat dari Nippon Paint ini dapat meringankan biaya untuk docking atau perbaikan kapal para nelayan,” ungkap Adis.
Nining Suningsih, Kepala Desa Bandengan Nining Suningsih mengatakan, hampir 90% warga Desa Bandengan adalah nelayan. Kehidupan warga ini sangat bergantung pada hasil tangkapan laut.
"Kalau lagi Musim Barat, para nelayan itu melaut di perairan Kabupaten Cirebon. Tapi, biasanya ramainya tangkapan hasil laut itu hanya sekitar 1 sampai 2 minggu. Nanti, kalau musim Timur atau timuran, biasanya di bulan 7 sampai 10 ini, para nelayan Desa Bandengan melaut ke Jakarta dan Cilacap. Adanya bantuan cat ini membantu nelayan dalam merawat kapalnya agar tetap aman saat melaut," pungkasnya. (RO/OL-7)
Warna langit bukan “cat” yang menempel di udara, melainkan efek fisika dari interaksi cahaya Matahari dengan atmosfer Bumi.
INDUSTRI cat dapat berperan dalam mengurangi risiko dari peningkatan suhu ekstrem. Caranya dengan mendorong masyarakat untuk memilih produk cat yang tepat guna.
Kepedulian Slank pada alam tersebut membuatnya digandeng oleh perusahaan cat di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1943, Pacific Paint untuk berkolaborasi.
Sejak 2021, Nippon Paint telah mendonasikan total 85.008 liter cat untuk pengecatan kapal nelayan.
BADAN Usaha Milik Ansor (BUMA) melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan perusahaan cat PT. Sigma Utama dan meluncurkan BUMA paint
PERMINTAAN terhadap cat diperkirakan turun pada 2025. Ini karena ada perlambatan ekonomi sehingga pemakaian cat turut melemah. Turunnya permintaan cat terjadi sejak tahun lalu.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Penyaluran donasi ini melalui BAZNAS sehingga diyakini bakal sampai ke tangan yang tepat dan membutuhkan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil menghimpun donasi masyarakat sebesar Rp3,1 miliar dalam rangkaian perayaan malam tahun baru 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi penggalangan dana kemanusiaan pada malam pergantian tahun 2026. Donasi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
VIVA Apotek bekerja samadengan Hansaplast menyalurkan donasi sebesar Rp50.000.000 kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
EKOSISTEM kreator digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved