Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat minyak goreng menggunakan bahan dasar kelapa. Inisiatif itu didasari sulitnya mendapatkan minyak goreng di pasaran sejak beberapa waktu lalu sampai sekarang.
Kepala UPTD Pasar Cipanas, Widya Pratiwi, mengatakan kelangkaan minyak goreng di pasaran memicu gejolak di masyarakat. Mereka panik karena khawatir tidak bisa memasak karena tidak punya minyak goreng.
"Awalnya masyarakat tidak terlalu panik. Namun makin ke sini, minyak goreng mulai sulit. Di saat kondisi seperti sekarang, ada beberapa yang menyiasatinya dengan membuat minyak goreng dari kelapa," terang Widya, Sabtu (26/2).
Widya mengapresiasi masyarakat yang mencari alternatif di tengah sulitnya mendapatkan minyak goreng berbahan sawit di pasaran. Bahkan tak sedikit yang mencoba mengurangi penggunaan minyak goreng untuk mengolah makanan.
"Beberapa warga lainnya ada yang mengurangi penggunaan minyak goreng. Jadi memasak makanannya dengan cara dipepes, direbus, atau dibakar," tuturnya.
Bagi Widya, kreativitas masyarakat yang menyiasati kelangkaan minyak goreng patut ditiru. Malahan, kata Lidya, mengolah makanan atau masakan tanpa minyak goreng bisa lebih menyehatkan.
Baca juga : Warga NTB Ingin Beli Tiket MotoGP? Yuk, Ada Diskon 10 Persen
"Jadi nonkolesterol. Alhamdulillah ada masyarakat yang bisa mencari alternatif atau solusi," jelasnya.
Di lingkup UPTD Pasar Cipanas, hasil pendataan, kebutuhan minyak goreng rata-rata sebanyak 28 ribu liter per pekan atau 4 ribu liter per hari. Di tengah kondisi saat ini, suplai minyak goreng yang dipasok ke Pasar Cipanas rata-rata kisaran 200-300 dus per hari.
"Kalau berbicara kebutuhan, tentu belum terpenuhi. 1 dus itu biasanya 12 liter. Kalau sehari 200-300 dus, tentu belum cukup," terangnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/2022 tentang Penetapan HET Minyak Sawit, pada Pasal 1 disebutkan untuk HET minyak curah sebesar Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14 ribu per liter.
"Di pasar ada yang masih menjual stok lama karena belum laku. Berarti harganya pun masih yang lama. Di data harian kami, ada yang masih menjual kisaran Rp18 ribu-Rp19 ribu per liter," pungkasnya. (OL-7)
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Suparmi menjelaskan bahwa potensi pasar kelapa dalam sangat besar,
Program ini melibatkan investasi besar dan penanaman kelapa secara masif untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan baru dari Babel.
Dusun Sendaren, Desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Desa ini memiliki banyak spot unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain.
Mendag Budi Santoso menyebutkan pengusaha lebih tertarik melakukan ekspor kelapa bulat karena harganya lebih tinggi yang menyebabkan stok kelapa di dalam negeri berkurang.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved