Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatra Barat melepasliarkan satwa liar dilindungi ke habitatnya, Selasa (22/2). Kali ini dua pasang siamang (Symphalangus syndactilus) yang rata-rata berumur 10 tahun di areal kawasan High Conservation Value (HCV) PT. Kencana Sawit Indonesia, Kabupaten Solok Selatan.
Jalannya proses pelepasliaran ini juga dilakukan via aplikasi zoom meeting agar bisa diikuti oleh rimbawan dan pecinta lingkungan lainnya sebagai media pembelajaran bersama terkait upaya-upaya bersama dalam pelestarian satwa liar. Pelepasliaran satwa ini langsung dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Sumatra Barat Ardi Andono dan disaksikan oleh Manager Kalaweit Sumatra Supayang Asferi Ardiyanto serta Manager Sustainability PT. KSI Indra.
Sebelumnya, Siamang Napoleon dan Ita, Amin dan Kajol, telah menjalani rehabilitasi terlebih dahulu di Lembaga Konservasi Khusus Pusat Rehabilitasi Satwa Kalaweit Sumatra Supayang selama 3-5 tahun. Selanjutnya, siamang tersebut menjalani proses habituasi selama 3 bulan untuk menjaga perilaku dan sifat liarnya, sampai satwa tersebut benar-benar sehat dan layak untuk dikembalikan ke habitatnya.
Baca juga: Peringati Hari Primata Indonesia, Empat Ekor Kukang Dilepasliarkan
Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono menyampaikan terima kasih kepada Pusat Rehabilitasi Satwa Kalaweit Sumatra Supayang dan pihak PT. KSI (Wilmar Group) yang telah berperan aktif dalam pelestarian satwa liar di Sumatra Barat. Hal ini merupakan pencerminan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, NGO, pengusaha, peneliti dan media.
Pelepasliaran siamang di HCV PT. KSI seluas 1.700 ha telah dilakukan sebanyak 9 pasangan dan telah terpantau berkembang sebanyak 4 ekor anak.(OL-5)
Kesalahan dalam prosedur pelepasliaran belangkas justru berisiko memicu dampak ekologis baru yang merugikan ekosistem pesisir.
Pelepasliaran juga dapat menambah populasi orangutan di habitat alaminya.
Orangutan jantan Aben, Muaro, Onyo, Batis, dan Lambai juga memiliki riwayat penyelamatan yang hampir sama ketika diselamatkan
Siti juga menekankan bahwa semua burung yang dilepasliarkan telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat dan menjalani proses habituasi di kawasan Kebun Raya Indrokilo.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur bersama Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur melepasliarkan 275 ekor burung Madu pengantin.
Ketua Pengurus Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite mengatakan 300 lebih orang utan yang saat ini sedang Dalam masa perawatan menunggu pelepasliaran.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved