Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
STOK minyak goreng kemasan sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14 Ribu per liter, sejak beberapa hari ini langka di sejumlah supermarket di Provinsi Jambi.
Warga masih bisa mendapatkannya di pasar-pasar tradisonal dan toko eceran, namun harganya mencekik. Untuk minyak goreng kemasan diperjualbelikan dengan kisaran harga Rp20 Ribu per liter. Sementara untuk minyak goreng curah, di pasar tradisional per liter dilego Rp16.500.
Menurut karyawan supermarket di Jambi, minyak goreng kemasan yang dibandrol Rp14 Ribu per liter, tidak ada pasokan semenjak sepekanterakhir. Mereka tidak mengetahui kapan pasokan akan datang lagi.
"Adalah beberapa kali, tidak kontinyu dan jumlahnya pun terbatas. Bagi kita di Jambi kesulitan mendapatkan minyak goreng murah sebuah ironi. Jambi banyak perkebunan kelapa sawit, banyak pabrik pengelohan CPO, bahkan ada yang memproduksi minyak goreng curah dan kemasan. Nyatanya, pemerintah tidak berdaya untuk menolong," heran Nuraida, warga Kota Jambi.(OL-13)
Baca Juga: Stok Minyak Goreng Belum Stabil di Jakarta
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Upaya pemerintah menetapkan HET, yang tujuannya baik, malah berbalik dan merusak ekuilibrium pasar
BADAN Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) meminta kementerian atau lembaga terkait untuk menjaga harga stabilitas bahan pokok atau sembako menjelang bulan Ramadan.
ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran usai kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) diberlakukan.
Ketidakadilan berawal dari adanya kebijakan atas minyak goreng yang hanya untuk dijual di ritel modern, sementara di pasar rakyat tidak jelas kebijakannya.
Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, meminta pemerintah dapat mengawasi dengan ketat program minyak goreng bersubsidi yang akan dilaksanakan dalam enam bulan ke depan.
Untuk pendistribusian minyak goreng dilakukan melalui skema B2B atau Business to Business ke produsen dan pelaku usaha lokal di sejumlah titik lokasi di wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved