Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
OKNUM polisi berinisial ARG, 39, ditangkap aparat gabungan Sat Resnarkoba Polres Tanjung Pinang dan Dir Resnarkoba Polda Kepri lantaran kepemilikan sabu-sabu. ARG baru sekitar tiga bulan menjadi pengawal pribadi Gubernur Ansar Ahmad.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, penangkapan ARG dilakukan setelah petugas mengamankan dua pelaku lainnya berinisial M dan DTP di dua lokasi berbeda.
Baca juga: Telan Sabu, Suami Anggota DPRD Batanghari Dibekuk Polisi
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan mendapati nama ARG yang juga merupakan bagian dari pengawal pribadi Gubernur Kepri Ansar Ahmad. "Total barang bukti yang disita seberat 6,7 kg sabu," ujar Harry dalam keterangan pers di Mapolda Kepri, Batam, Rabu (2/2/2022).
Ia menegaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah memberikan arahan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba. "Akan diberikan sanksi setegasnya yakni berupa pidana dan pemecatan," jelasnya.
Saat ini ketiga pelaku telah dilimpahkan ke Direktorat Narkoba Polda Kepri dan masih dalam proses pengembangan.
Sebelumnya, ARG diketahui masih aktif sebagai polisi dan berdinas di Brimob berpangkat brigadir. ARG juga merupakan salah satu bagian dari Pasukan Garuda yang sebelumnya dikirim pada misi perdamaian PBB. (Mhd/A-3)
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved