Minggu 30 Januari 2022, 16:10 WIB

Belasan Sapi di Mati Mendadak akibat Flu Sapi

Mohammad Ghazi | Nusantara
Belasan Sapi di Mati Mendadak akibat Flu Sapi

Antara/Saiful Bahri.
Ilustrasi.

 

KASUS sapi mati mendadak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipastikan akibat serangan nyamuk dan lalat. Dalam beberapa hari terakhir, belasan sapi ternak milik warga Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, ditemukan mati setelah terserang demam atau yang biasa disebut flu sapi.

Hasil penyelidikan yang dilakukan tim Kesehatan Hewan Sampang menyatakan kasus tersebut disebabkan oleh virus Bovine ephemeral fever (BEF) yang penularannya melalui nyamuk dan serangga lain. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya sudah melakukan autopsi pada sapi-sapi yang mati mendadak tersebut.

"Setelah dilakukan autopsi tim kesehatan hewan memastikan bahwa sapi-sapi yang sakit dan mati mendadak itu terserang virus BEF atau virus yang ditularkan oleh nyamuk," katanya, Minggu (30/1). Diketahui, sapi-sapi yang mati itu mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung serta terjadi pembengkakan di beberapa organ bagian dalam.

Dari keterangan sejumlah pemilik hewan ternak tersebut, diketahui sebelum mati, tubuh sapi mengalami suhu tinggi, kaki pincang, dan lumpuh. "Itu merupakan gejala utama flu sapi atau BEF," kata Hendra Gunawan.

Selain belasan sapi yang mati mendadak, terdapat beberapa sapi yang mengalami gejala serupa dan masih dilakukan upaya perawatan dengan pemberian obat. Kasus kematian sapi ternak tersebut disebabkan keterlambatan penanganan. 

Para pemilik sapi tidak segera melapor ke petugas kesehatan hewan sehingga tidak segera mendapatkan penanganan. Padahal tingkat penularan penyakit tersebut cukup cepat.

Baca juga: Barikade 98 Jatim Dukung Erick Thohir Jadi Capres 2024

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, kata Hendra, sudah melakukan penyuluhan, terutama berkaitan dengan kebersihan lingkungan kandang. "Rata-rata peternak sapi di sini ialah peternak rumahan yang cara beternaknya sangat tradisional, sehingga kurang menjaga kebersihan di sekitar kandang ternak," jelas dia. (OL-14)

Baca Juga

DOK.MI

BNPT Sebut Radikalisme Paham yang Menjiwai Semua Aksi Terorisme

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 12:45 WIB
Nurwakhid berbicara itu pada seminar nasional Gebyar Keputeraan Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan, Sumatra Utara, Kamis...
 ANTARA/Fikri Yusuf

Mati Mesin, KMP Nusa Dua Terseret Arus di Perairan Gilimanuk

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 26 Juni 2022, 12:20 WIB
Seluruh penumpang berhasil terevakuasi dalam keadaan selamat, dan selanjutnya diantarkan ke Pelabuhan Gilimanuk menggunakan kendaraan ASDP...
MI/MARCEL KELEN

Belum Ada Temuan PMK di Papua, Pemerintah Daerah Larang Ternak dari Luar pada Idul Adha

👤Marcel Kelen 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:25 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Papua berharap penyakit PMK tidak terjadi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya