Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jatim, terus meningkat, Jumat (14/1) siang. Kondisi tersebut menyebabkan genangan banjir tidak saja merendam jalur antarkecamatan namun juga lebih dari seribuan hektare (ha) sawah tambak.
Ini karena tingginya curah hujan di kawasan selatan kabupaten setempat. Petambak resah yang resah kemudian memasang jaring diatas tambaknya agar ikan tidakterhanyut terbawa arus banjir.
Sementara genangan banjir yang merendam pada jalur utama antarkecamatan juga terus meningkat. Jika sebelumnya tinggi genangan banjir berkisar antara 25-30 cm kini meningkat sekitar 40 cm pada sejumlah titik.
Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan motor yang terpaksa melintas mati akibat mesin terendam banjir. Sejumlah pengemudi minibus juga tidak berani melintas jalur tersebut. " Kita kuatir mesin mati terendam air banjir," ujar Sunarto, warga asal Cerme, Gresik, Jumat (14/1).
Senada Karmudji, warga setempat. Menurut dia, genangan banjir disekitar permukiman juga terus meningkat seiring masih tingginya kiriman air dari kawasan selatan akibat curah hujan tinggi.
Jalur itu terendam banjir itu, lanjut dia, sejumlah titik di antaranya di titik Desa Sokosari, Kecamatan Glagah, dan sejumlah titik di Kecamatan Deket, serta beberapa di kawasan Kecamatan Karangbinangun.
Selain genangani jalan antarkecamatan, banjir juga mulai memasuki pemukiman warga. Terutama, masuk melalui saluran air disepanjang kampung. Bahkan hingga saat ini, banjir jua masih merendam lebih daru seribuan ha sawah tambak milik warga terendam banjir di sejumlah kecamatan.
Di antaranya, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Babat, Sukodadi, Karangbinangun, Karangeneng, Pucuk, Lamongan, dan Glagah. Kondisi tersebut meresahkan ribuan petani setempat. Sebab, sebagian besar terdapat ikan dan udang yang dibudidayakan petambak setempat.
"Itu yang paling meresahkan Mas, sebagian besar tambak ada ikan dan udangnya," jelas Majid, petambak di Karangabinangun secara terpisah.
Ia juga menjelaskan, untuk antispasi agar ikan tidak terbawa arus banjir, perambak di sejumlah kecamatan itu kemudian memasang jaring di atas tanggul. Hal ini untuk menguranggi kerugian yang dialami petani tambak akibat banjir luapan Bengawan Jero. "Karena mau di panen ikan juga masih belum waktunya," pungkas dia.(OL-13)
Baca Juga: OP Migor di Purwakarta Dipenuhi Warga Mengantre
Banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan terus meluas. Sebanyak 4.815 rumah di 45 desa tergenang, tambak terdampak mencapai 7.155 hektare
BANJIR luapan sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, mengakibatkan 13 desa dari lima kecamatan tergenang, Rabu (22/1).
Banjir di kawasan ini menggenangi enam desa di Kecamatan Deket lebih dari dua pekan terakhir. Keenam desa itu meliputi Weduni, Tukeran, Sidomulyo, Lama dan, Dinoyo, dan Babat Agung.
LUAPAN sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, menggenangi enam desa di Kecamatan Turi.
Penataan konstruksi Dam Margoanyar diharapkan dapat memperlancar arus pembuangan air ke Kali Corong menuju Dam Tambakombo dan berakhir ke laut.
Hingga saat ini tinggi genangan banjir di permukiman warga kawasan Bengawan Jero masih tinggi.
PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali menyalurkan bantuan bagi korban banjir luapan Bengawan Jero di wilayah tersebut.
Banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan terus meluas. Sebanyak 4.815 rumah di 45 desa tergenang, tambak terdampak mencapai 7.155 hektare
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Sedikitnya 1.206 rumah tergenang dan 2.632 hektar sawah tambak di Lamongan terendam banjir luapan Bengawan Jero, Selasa (6/1).
Menteri Yandri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam pemberdayaan desa.
Genangan banjir yang terjadi di ruas jalur Nasional itu dipicu akibat luapan Kali Plalangan, anak sungai Bengawan Solo yang mengalami peningkatan sejak Minggu (21/12) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved