Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai merintis penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan berbasis budaya, guna mengurai persoalan kualitas pendidikan.
Pendidikan berbasis budaya lokal dipandang menjadi solusi perbaikan kualitas pendidikan. Pemerintah setempat menilai, Khazanah budaya Lembata dalam pembelajaran langsung bagi para peserta didik di sekolah.
Hal tersebut menyeruak dalam Rapat kerja Pendidikan (Rakerdik) tingkat Kabupaten Lembata yang di gelar Dinas Pendidikan setempat, kemarin.
Rapat kerja yang digelar di Ballroom Olimpik Kota Lewoleba itu menghadirkan 4 Narasumber, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, Anton Laumara, Ketua Komisi 3 DPRD, Payong Pukan Martinus (Tokoh pendidikan), Rm. Thomas Labina, serta Ketua Yayasan Pendidikan Umat Katholik Flores Timur (Yapersuktim).
Sedangkan, Kepala TK, SD, SMP, pengurus Yayasan, pemerhati pendidikan, LSM dan lembaga keuangan, hadir sebagai peserta.
Kadis Pendidikan Lembata, Anselmus Asan Ola menjelaskan, pendidikan karakter anak selama ini diadopsi dari luar Lembata, karena itulah pendidikan karakter tidak dapat berurat akar. Ia menjadi permasalahan bagi dunia pendidikan.
"Nilai-nilai adat budaya kita punya, yang ditemukan dalam beragam even budaya lokal, akan disusun oleh tim yang sudah dipersiapkan untuk menjadi bahan bahan ajaran langsung bukan mulok. Mulok itu hanya atraksi, nilai dari atraksi atraksi itu akan dimasukan dalam bahan-bahan mata pelajaran, oleh para guru untuk anak anak kita," ungkap Anselmus Asan Ola, Kadis Pendidikan.
Menurut Anselmus Asan Ola, Penerapan budaya lokal dalam pendidikan di Lembata dimulai dengan membuat Perda tentang Pendidikan berbasis budaya, pembentukan Dewan Pendidikan guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan dan ketiga MOU antara sesama penyelenggara pendidikan di Lembata, yakni Pemda, Kemenag serta Yayasan- yayasan penyelenggara pendidikan.
Selain itu, Para pelaku pendidikan dalam Rakerdik tersebut juga mendiskusikan masalah masalah yang dihadapi Sekolah berkaitan 8 standar Pendidikan Nasional, yakni: Standar Nasional Pendidikan yang mencakup Standar Isi (SI), Standar Proses (SP), Standar Kompetensi Lulusan(SKL), Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (SPTK), sandar Sarana dan prasarana (SSP), standar pengelolaan (SPI), standar pembiayaan (SPB), Standar Penilaian pendidikan (SPP).
Dari permasalahan yang di temukan berdasarkan 8 Standar Pendidikan Nasional itu, pemerintah, pihak sekolah, masyarakat dan dunia usaha akan bahu membahu merancang perbaikan dan pembenahan kualitas pendidikan setempat.
"Pendidikan kita belum berurat akar Karena selama ini mengadopsi dari budaya luar. Padahal adat budaya kita sangat berakhlak dan memiliki nilai luhur untuk Pengembangan karakter anak anak kita ke depan," ungkap Kadis Pendidikan, Anselmus Asan Ola.
Sementara itu Rm.Thomas Labina, ketua Yayasan Persekolahan Umat Katholik (Yapersuktim), menyatakan, data menunjukan, ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia. Lulusan Diploma hanya 3 persen yang diserap di dunia kerja, lulusan Perguruan Tinggi hanya 10 persen, namun tamatan Sekolah Dasar, 41 persen terserap di dunia kerja.
Menurutnya, Karakter seseorang memberi tanda/menggurat. Karakter terbentuk dari Kejujuran, disiplin, mudah bergaul/belajar, dukungan, kerja keras, iQ. Faktor inilah yang justru menghasilkan prestasi seorang anak.
"Nilai selalu universal secara tempat (locus), secara waktu dia abadi. Jadi anda Rajin di Sini, juga rajin di Malaysia, maka anda berhasil. Tetapi kalau anda Malas di Sini, malas juga di Malaysia, akan susah terus," ungkap Romo Thomas Lebina, ia menggambarkan kekuatan nilai yang terkandung dalam karakter seseorang.
Perda pendidikan harus memuat nilai dasar sebagai substansi dalam budaya Lamaholot yakni Persaudaraan, kekeluargaan, gotong royong.
"Perda nanti memuat nilai budaya yang mementingkan Gemohing (kerjasama) dibawa masuk ke pendidikan. Paradigma global saja menekankan adanya Kolaborasi dan itu cocok dengan nilai dasar Gemohing yang ada dalam budaya kita," ujar Romo Thomas Labina.(OL-13)
Baca Juga: 15 Anggota Pansus DPRD Sikka Habiskan Rp600 juta ke Jakarta untuk Konsultasi
UI menegaskan dominasinya di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026.
Pengarusutamaan gender memastikan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki akses partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam proses pembangunan.
Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara.
PENERBITAN SKB 7 Menteri terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi pada dunia pendidikan.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved