Kamis 06 Januari 2022, 21:11 WIB

Satgas Madago Raya Terus Buru Tiga DPO Teroris Poso Tersisa

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Satgas Madago Raya Terus Buru Tiga DPO Teroris Poso Tersisa

Medcom
Ilustrasi

 

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, mengimbau agar tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih diburu di hutan pegunungan Poso, Parigi Moutong, dan Sigi segera menyerahkan diri.  

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan, pascatewasnya Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dalam sebuah operasi di Dusun Uempasa, Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Parigi Moutong, Selasa (4/1) lalu, MIT semakin melemah karena menyisahkan tiga anggota. Mereka adalah, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.  

"Saat ini mereka masih berada di sekitaran hutan pegunungan Parigi Moutong. pengejaran terhadap ketiga DPO itu terus dilakukan," terangnya, Kamis (6/1).

Rudy mengimbau, karena semakin melemah, tiga DPO tersebut diimbau untuk menyerahkan diri sehingga bisa diproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. "Imbauan tetap dilakukan, namun jika mereka masih belum mau menyerahkan diri, pengejaran akan terus dilakukan sampai mereka ditangkap hidup atau pun mati," tegasnya.

Rudy menambahkan, bahwa operasi untuk menangkap sisa DPO MIT yang bersandi Madago Raya masih diperpanjang sejak Januari 2022 hingga Maret 2022. Menurutnya, tidak ada perubahan dalam pola operasi. Namun, prajurit Polri dan TNI yang tergabung dalam satgas fokus melakukan pendekatan persuasif kepada sejumlah warga diduga masih menjadi simpatisan dan membantu memenuhi kebutuhan kelompok MIT Poso.

"Meski dilakukan pendekatan persuasif, satgas di lapangan juga tetap melakukan perburuan di hutan pegunungan yang telah dipetakan sebagai tempat tiga DPO MIT bersembunyi," ujarnya.

Pendekatan persuasif kepada masyarakat tersebut berupa ajaran kebenaran agama dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang melibatkan tokoh agama, pengajar agama Islam dan bhabinkamtibmas di sejumlah desa yang ada di Poso. "Pendekatan itu dilakukan agar masyarakat tidak terkontaminasi denganajaran radikal," tandas Rudy. (OL-15)

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaswita Jabar Kembangkan Objek Wisata Baru di Ciwidey

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:40 WIB
Hejo Forest menyajikan wisata alam di Kabupaten...
MI/Ruta Suryana

240 Siswa PAUD dan Orangtua Berkolaborasi Ikuti Lomba Kreativitas

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:38 WIB
Pada acara ini ada 3 kegiatan yang dilombakan. Yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan...
DOK MI

Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

👤Palce Amalo 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:34 WIB
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira, istri Randy Bajideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak. Ira...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya