Senin 03 Januari 2022, 12:59 WIB

Dinkes Kesulitan Tracing Positif Omikron saat di Bali, Ini Alasannya

Arnoldus Dhae | Nusantara
Dinkes Kesulitan Tracing Positif Omikron saat di Bali, Ini Alasannya

AFP
Ilustrasi: pasien corona virus varian omikron dirawat.

 

SEORANG warga Surabaya yang positif Omicron sekembali berlibur dari Bali ternyata saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit di Surabaya. Hal ini membuat tim tracing Bali kesulitan untuk mengkonfirmasi kepada pasien tentang siapa saja yang pernah berkontak erat dengan dirinya selama berada di Bali.

"Kita kesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien yang bersangkutan di Surabaya karena orangnya ternyata dirawat di rumah sakit. Padahal kita ingin agar pasien ini menyampaikan secara detail siapa saja yang pernah kontak erat dan kemana saja selama berada di Bali sehingga memudahkan kita untuk tracing," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya di Denpasar, Senin (3/1/2022).

Menurut Suarjaya, saat dikonfirmasi, yang bersangkutan hanya mengatakan pernah bertemu dengan banyak orang di Bali tetapi dia lupa siapa saja. Pasien yang bersangkutan juga sudah pergi ke banyak tempat pariwisata di Bali tetapi dia juga mengaku lupa semua.

"Ini harus dimaklumi. Namanya orang lagi sakit mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa memaksa. Namun tracing harus tetap dilakukan secepat mungkin, mulai dari hotel tempat yang bersangkutan menginap. Informasinya nanti akan berkembang di lapangan," ujarnya.

Hingga saat ini jumlah kontak erat belum diketahui. Namun swab PCR tetap dilakukan untuk di hotelnya. Sampelnya akan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. Hasilnya akan diketahui beberapa waktu kemudian.

Saat tracing dan testing nantinya, bila ada warga yang mengalami gejala medis sebagaimana Covid-19 maka akan langsung dikarantina selama 10-14 hari. Lokasinya akan disampaikan kemudian.

Untuk awalnya, petugas akan mengumpulkan rekam jejak pasien selama berada di Bali agar bisa diketahui kemana saja dia pergi, berkontak erat dengan siapa saja. Setelah informasi dikumpulkan maka akan diikuti dengan tracing.

"Dan belum diketahui apakah pasien yang bersangkutan tertular di Bali atau membawa penyakit itu sampai di Bali," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Tegaskan tidak Ada Dispensasi Karantina bagi Siapa Pun

 

Baca Juga

MGN/Rizal Fahlevy

Warga Ngawi Laporkan Penemuan Perahu Kuno Berusia Ribuan Tahun

👤Rizal Fahlevy (MGN), Muklis Efendi (MGN) 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 11:15 WIB
Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Daut Salempang mengungkapkan mitosnya warga mengatakan ini...
MI/Rendy Ferdiansyah

BI Babel Gelar Operasi Pasar Bahan Pokok Tekan Inflasi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:55 WIB
BANK Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan Operasi Pasar (OP) guna menekan lanjut Inflasi yang saat ini...
MI/Gabriel Langga

Sayur Mayur Asal Kabupaten Ende Dominasi Pasar di Sikka

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:35 WIB
TERNYATA sayur mayur yang dijual di pasar yang ada di beberapa kabupaten yang ada di Pulau Flores ternyata berasal dari  Moni,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya