Rabu 22 Desember 2021, 16:00 WIB

Dua Mahasiswi Bebaskan Sopir Bus dari Jeratan Hukuman

Kristiadi | Nusantara
Dua Mahasiswi Bebaskan Sopir Bus dari Jeratan Hukuman

MI/Kristiadi.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Fajaruddin Yusuf, menyaksikan perdamaian antara dua mahasiswi dengan Aceng.

 

DUA mahasiswi Universitas Perjuangan bernama Nurul, 22, dan Dhea, 23, warga Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyelamatkan Aceng, 45, warga Indihiang sebagai seorang sopir bus yang menabrak pada tiga bulan lalu dari jeratan hukuman satu tahun penjara. Kedua mahasiswa tersebut mencabut perkara hingga berdamai demi keluarganya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya mengabulkan keadilan restoratif dengan mencabut perkara tabrakan dengan status lengkap atau P21. Sebelumnya, kedua mahasiswa mengalami luka parah di bagian kaki dan tangan. Kedua korban dan tersangka bersepakat damai usai penggantian uang pengobatan Rp2,5 juta, termasuk melihat kondisi istri tersangka tengah hamil enam bulan serta memiliki anak kecil berumur 11 tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Fajaruddin Yusuf mengatakan, itu merupakan kasus pertama di Tasikmalaya yang mendapatkan restoratif justice. Selama ini pihaknya sempat melakukan penahanan terhadap Aceng usai kasus tabrakan antara bus Budiman dengan sepeda motor.

"Sesuai hasil penyelidikan Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota, Aceng dinyatakan bersalah karena menabrak motor di depannya saat bus bukan pada jalurnya karena sedang menyalip kendaraan lain," katanya, Rabu (22/21/2021). Pengajuan restorasi justice sudah lengkap atau P21 pada 13 Desember 2021 hingga Kejari Tasikmalaya menyatakan kasusnya dicabut dan tanpa keputusan lewat persidangan. 

Namun, dalam kasus tersebut tersangka bersama korban dihadirkan untuk menandatangani berkas pencabutan perkara. "Kasusnya selesai tanpa lewat persidangan dan dicabut untuk keadilan restoratif, karena kedua belah pihak sudah lama sepakat untuk berdamai dan kami juga menimbang bahwa tersangka belum pernah tercatat melanggar hukum selama ini dan memiliki istri hamil enam bulan serta memiliki anak kecil perempuan," ujarnya.

Baca juga: Distribusikan Beras di Bengkulu Utara, Sultan: Ini Oleh-Oleh Ibu Mensos

Aceng mengaku bahagia karena sekarang bisa berkumpul dengan keluarganya. Keluarganya juga berterima kasih kepada kedua korban yang dinilainya berhati mulia dan mau memaafkan kesalahan Aceng. "Saya berterima kasih kepada Dhea dan Nurul yang telah mau berdamai sampai kasus ini dicabut oleh Kejaksaan. Alhamdulillah, saya bisa berkumpul lagi bersama keluarga dan ke depan akan berhati-hati di jalan saat bekerja sebagai sopir bus Budiman," tuturnya. (OL-14)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaswita Jabar Kembangkan Objek Wisata Baru di Ciwidey

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:40 WIB
Hejo Forest menyajikan wisata alam di Kabupaten...
MI/Ruta Suryana

240 Siswa PAUD dan Orangtua Berkolaborasi Ikuti Lomba Kreativitas

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:38 WIB
Pada acara ini ada 3 kegiatan yang dilombakan. Yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan...
DOK MI

Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

👤Palce Amalo 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:34 WIB
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira, istri Randy Bajideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak. Ira...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya