Senin 06 Desember 2021, 16:33 WIB

Putu Dedi dan Anggota KSM Kelola Sampah Dijadikan Kompos dan Pellet

mediaindonesia.com | Nusantara
Putu Dedi dan Anggota KSM Kelola Sampah Dijadikan Kompos dan Pellet

Ist
Local hero Putu Dedi bergerak mengatasi sampah di Desa Paksebali, Klungkung, Bali, dengan berkolaborasi pemerintah desa dan perusahaan.

 

SAMPAH merupakan permasalahan yang ada di setiap daerah, begitu juga di Bali. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK pada tahun 2020, timbulan sampah di Bali mencapai 662.835,79 ton per tahun. 

Tingginya volume timbulan sampah di Kabupaten Klungkung, Bali, menyebabkan over kapasitas di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) Sente sehingga terpaksa harus ditutup pada 2017. 

Selain baunya yang menyengat, sampah juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir, seperti yang terjadi di Desa Gunaksa dan Desa Paksebali, Kabupaten Klungkung, Bali, 2017 silam. Timbulan sampah dapat menutup saluran drainase sehingga menimbulkan genangan air.

Genangan tersebut menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk sehingga mengakibatkan munculnya masalah demam berdarah sebanyak 235 kasus di Desa Paksebali pada 2017.

Berangkat dari berbagai masalah tersebut, Pemerintah Desa Paksebali membuat TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) untuk mengelola sampah di desanya.

Putu Dedy dan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nangun Resik tergerak untuk berperan aktif dalam mengatasi masalah lingkungan tersebut.
 
Putu Dedy sebagai local hero bersama dengan anggota KSM Nangun Resik didampingi oleh Pemerintah Desa Paksebali dan PT Indonesia Power Bali Power Power Generation Unit (PGU) memiliki beberapa program untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut.

Program tersebut yaitu mengolah sampah menjadi kompos dan pellet. "Sampah organik dan anorganik dapat dimanfaatkan sebagai pellet, selain kompos dari sampah organiknya," kata Putu Dedy. 

Pada tahun 2020, Pemerintah Desa Paksebali dan PT Indonesia Power Bali PGU berkolaborasi  untuk memperluas lokasi pengelolaan sampah, mengembangkan sistem bank sampah di Paksebali, dan mendorong penggunaan pellet untuk UMKM Kopi Subali.

Selain sampah organik dan anorganik, limbah cair minyak jelantah sebesar 207,2 liter per hari juga menjadi masalah serius di Desa Paskebali.

Maka pada tahun 2021, KSM Nangun Resik, Pemerintah Desa Paksebali, PT Indonesia Power Bali PGU bersama Yayasan Lengis Hijau Bali melakukan inovasi mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif yang bermanfaat sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

Program mengolah limbah minyak jelantah tersebut dinamai Seminyak yakni Selamatkan Bumi melalui Minyak. 

"Seminyak merupakan inovasi di Program TPS3R di Desa Paksebali," kata Putu Dedy. 

Melalui program-program tersebut, pihaknya mencoba untuk mengurangi potensi bencana banjir di Desa Paksebali dan Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali. Selain itu juga untuk mengurangi penyakit demam berdarah di Desa Paksebali dan Desa Gunaksa. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK MI

Beberapa Kasus KIPI Terjadi di Kalangan Anak Usia 6-11 di Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Rabu 26 Januari 2022, 18:18 WIB
KEJADIAN ikutan pascaimunisasi (KIPI) di kalangan anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih...
MI/Dwi Apriani

Kepala Sekolah Penilap Dana BOS Divonis 4 Tahun Penjara

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 26 Januari 2022, 18:09 WIB
KEPALA Sekolah Dasar Negeri 79 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Nurmala Sari, divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim...
DOK MI

Bandung Barat Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:52 WIB
PEMKAB Bandung Barat, Jawa Barat menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua demi mencegah lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya