Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NELAYAN di tujuh kabupaten/kota di Bengkulu, berhenti melaut akibat cuaca ekstrem. Para nelayan itu tersebar di Kota Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Ujang, 42, nelayan di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengatakan, sudah dua hari terakhir nelayan tidak melaut akibat cuaca ekstrem akibat gelombang tinggi mencapai empat meter.
"Selama dua hari ini terpaksa berhenti melaut demi keselamatan jiwa karena cuaca ekstrem yang bisa merusak kapal dan kapal rawan tenggelam," katanya.
Saat ini, lanjut dia, para nelayan melakukan aktivitas seperti memperbaiki jaring atau alat tangkap ikan selama tidak melaut.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu, mengimbau warga disepuluh kabupaten/kota di Bengkulu, untuk waspada cuaca La Nina yang mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan angin kencang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Anang Anwar di Bengkulu, mengatakan, warga disepuluh kabupaten/kota untuk waspada hingga November akhir karena hujan akan terus terjadi di Bengkulu.
"Hingga akhir November potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang sesaat akibat hujan deras dengan durasi lama," imbuhnya.
Untuk puncak hujan, kata dia, di perkirakan sampai dengan akhir bulan ini dan saat ini di Bengkulu, sedang menghadapi puncak musim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Bengkulu, disebabkan karena terjadinya proses pembentukan awan hujan diwilayah tersebut dengan adanya suplai uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia Bagian Barat yang cukup signifikan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, meminta kepala daerah untuk menyiapkan posko dan apel bencana di wilayah masing-masing. BPBD juga menghimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya diwilayah rawan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Warga diminta untuk berhati-hati saat melewati daerah yang rawan longsor seperti di liku sembilan di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Daerah rawan banjir di Kota Bengkulu, yakni Kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Sawah Lebar, Bentiring, dan Rawa Makmur. (OL-15)
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Nelayan di Poncosari, Bantul mengapresiasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) gagasan Presiden Prabowo.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka suap proyek.
Simak profil lengkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, mulai dari biodata, perjalanan karir sebagai pengusaha properti, hingga kabar OTT KPK.
Tim turun langsung ke sejumlah lokasi, seperti kawasan Mega Mall Pasar Minggu, rumah kos, hingga tempat hiburan malam yang ada di Kota Bengkulu
MASKAPAI Garuda Indonesia berencana menghentikan operasional penerbangan di Provinsi Bengkulu pada Senin (23/3) mendatang karena jumlah penumpang yang minim.
ANTREAN kendaraan disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) mulai meningkat sejak Jumat pagi (6/3).
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved