Kamis 18 November 2021, 22:03 WIB

9 Rumah Warga di Sukabumi Hampir Roboh Akibat Pergeseran Tanah

Apit Haeruman/Narendra Wisnu | Nusantara
9 Rumah Warga di Sukabumi Hampir Roboh Akibat Pergeseran Tanah

Metro Tv/Apit Haeruman
Rumah warga rusak akibat pergeseran tanah di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

KASUS pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin meluas. Daerah terluas kedua se-Jawa-Bali ini seolah-olah dikepung bencana pergerakan tanah. 

Terakhir, kasus pergerakan tanah di wilayah ini merusak 9 rumah warga rusak di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebanyak lima rumah warga rusak berat sedangkan 4 rumah lainnya mulai terancam pergeseran tanah. Salah satunya rumah milik Sofiah, bagian dapur miliknya nyaris ambruk karena dinding tembok yang sudah terbelah dan kini terancam roboh.

Aparat Desa Cibaregbeg, Syaifullah kepada Metro TV mengatakan, hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Sagaranten menjadi faktor penyebab terjadinya retakan tanah.

"Penyebab pergerakan karena hujan turun cukup lama dari pagi hingga malam hari," ungkapnya pada Rabu, (18/11)

Kondisi terakhir hasil pemantauan ke lokasi kejadian, warga yang terdampak sudah meninggalkan rumah karena khawatir rumah mereka tiba-tiba roboh akibat pergerakan tanah yang terus melebar dengan panjang 10 hingga 20 meter. Namun ada juga yang memberanikan diri kembali kerumah.

"Sebagian warga sudah mengungsi karena takut ada hujan susulan, sebagian lagi ada yang kembali kerumahnya,' kata Syaifullah.

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya: Banjir Disebabkan Kiriman dari Hulu Sungai Kahayan

Menurut Sayifullah, pihaknya masih menunggu hasil kajian BMKG untuk mengetahui penyebab dan tingkat kerawanan pergerakan tanah di lokasi tersebut.

Saat ini pemerintah setempat sudah mendirikan posko siaga bencana menyusul terjadinya beberapa bencana alam selama beberapa waktu ke belakang di Kecamatan Sagaranten.

Selain pergerakan tanah di beberapa titik juga terdapat longsoran yang menutupi akses jalan menuju ke perkampungan sehingga warga dihimbau untuk tetap waspada. 

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mencatat 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat ini rawan terhadap bencana alam, baik longsor, banjir, pergerakan tanah dan angin puting beliung. (MGN/A-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Punya Potensi Besar, Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan Vietnam

👤Yose Hendra 🕔Selasa 28 Juni 2022, 18:39 WIB
Alasan kuat kerja sama sister city adalah banyaknya kesamaan kedua daerah di antaranya sama-sama memiliki pelabuhan dan potensi perikanan...
ANTARA/Rizal Hanafi

Dinpertan Purbalingga Mulai Lakukan Vaksinasi PMK

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 28 Juni 2022, 18:32 WIB
DINAS Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) telah  menerima 600 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku...
ANTARA/JOJON

4 Wilayah Jabar Ini akan Uji Coba Beli Pertalite lewat Aplikasi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 18:15 WIB
Pada periode 1 Juli nanti akan ada empat kota/kabupaten di Jawa Barat yang akan melakukan uji coba untuk transaksi pertalite dan solar bagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya