Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN jalan tol Semarang-Demak masih terkendala pembebasan lahan. Khususnya untuk tanggul tol wilayah Kota Semarang hingga Sayung, Kabupaten Demak yang berada di wilayah pesisir pantai.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (17/11) pembangunan jalan Tol Semarang-Demak hingga kini masih terus berlangsung, tiang pancang dan penimbunan untuk ruas tol sedang dikerjakan. Terutama pada ruas Sayung hingga Demak, Kabupaten Demak, sedangkan wilayah sisI Timur Kota Semarang hingga Sayung masih menemui kendala.
Kendala utama pada ruas Terboyo (Semarang)-Sayung (Demak) adalah menyangkut pembebasan lahan seluas 200 hektare yang akan menjadi tanggul laut, karena antara warga pemilik lahan dengan panitia pembebasan masih terjadi silang pendapat menyangkut status tanah yang sudah terendam laut.
Pihak warga pemilik lahan di Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Trimulyo, Kecamatan Genuk melalui kuasa hukumnya Joko Wahyono menyatakan bahwa lahan tersebut harus mendapat ganti rugi karena masih produktif untuk tambak rakyat dengan budidaya ikan, udang dan kerang, sehingga tidak dapat disebut tanah musnah sesuai Peraturan Menteri Agearia dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 17 tahun 2021.
"Jika ditetapkan tanah musnah sangat merugikan petani tambak, karena lahan sebanyak 150 bidang di tiga kelurahan itu hanya akan mendapat uang kerohiman, sehingga diminta tim pembebasan lahan agar berhati-hati," kata Joko Wahyono.
Kepala Kantor BPN Kota Semarang Sigit Rahmawan Adi mengatakan kunci dari pelaksanaan pembebasan lahan untuk tol tersebut adalah identifikasi dan verifikasi lahan, sehingga tidak serta merta dapat ditetapkan status tanah tersebut apakah tanah tambak atau tanah musnah.
Lahan di pesisir pantura yang terdampak pembangunan tol, jelas Sigit Rahmawan Adi, harus dilakukan identifikasi secara menyeluruh, karena diantaranya juga terdapat lahan musnah akibat terendam laut dan tidak dapat diketahui batasannya. Meskipun sebelumnya untuk tambak rakyat dan memiliki surat kepemilikan.
"Tugas tim nanti adalah melakukan identifikasi dan verifikasi lahan tersebut sebelum diputuskan termasuk lahan musnah atau tidak," ujarnya. (OL-13))
Baca Juga: Tumbuh 7,17%, Sektor Pariwisata NTT Mulai Bangkit
BBWS Pemali Juana Kementerian PU menyebut sedimentasi di Banjir Kanal Barat dan Timur Semarang mengkhawatirkan karena meningkatkan risiko banjir.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved