Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diminta memilah sampah dari sekarang untuk mengurangi beban biaya pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pasalnya, biaya angkut sampah dipastikan bakal membengkak pada 2023.
Itu seiring berakhirnya masa kontrak TPA Sarimukti. Pembuangan sampah akan dipindahkan ke TPA Regional Legoknangka di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Diketahui, Pemprov Jabar tengah mempersiapkan Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka yang diharapkan mulai beroperasi pada 2023. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih, mengungkapkan estimasi biaya pengangkutan sampah ke TPPAS Legok Nangka
diperkirakan mencapai Rp23 miliar per tahun dengan rata-rata 150 ton sampah per hari.
"Kemarin ada kesepakatan kalau minimal angkut sampah 200 ton sehari. Jadi kemungkinan kami mesti menyediakan anggaran lebih dari Rp23 miliar setahun," kata Lilik, Selasa (9/11).
Dia mengatakan, biaya pengeluaran pengangkutan sampah ke TPPAS Legok Nangka lebih besar daripada ke TPA Sarimukti yang mencapai Rp16 miliar per tahun. Biaya itu meliputi pembayaran Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Kompensasi Dampak Negatif (KDN).
"Volume sampah yang dihasilkan masyarakat Cimahi mencapai 273 ton per hari. Kemungkinan ini akan terus naik hingga 300 ton dalam beberapa tahun ke depan seiring bertambahnya jumlah penduduk," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat berperan mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dengan pemilahan sampah sejak dari rumah. "Kami minta masyarakat berperan aktif mengurangi sampah sejak dari rumah. Sampah bisa berguna jika dikelola dengan benar," tuturnya.
Di samping mengajak memilah sampah, pemerintah telah menggulirkan program pengurangan sampah dengan metode pengolahan kompos, budi daya magot, dan permentasi dengan pengembangan skala kecil.
Baca juga: Testing Covid-19 Di Cianjur Rata-Rata 4 Ribu-5 Ribu Per Pekan
"Sudah ada 36 RW di wilayah Cimahi yang fokus membudidayakan magot. Dengan budi daya itu minimal bisa mengurangi volume sampah hingga 20%. Kalau dikembangkan lagi bisa berpotensi bisnis dan mengembangkan ekonomi masyarakat dengan membantu mengatasi masalah lingkungan," jelasnya. (OL-14)
Jika masalah sampah tidak segera dibenahi, sejumlah TPA diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2028.
Persoalan sampah ini harus dilakukan melalui langkah nyata dan terukur. Ini harus kita kerjakan bersama-sama
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin kini memasuki fase implementasi.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui aksi Beach Clean Up di Pantai Kelan, Bali.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved