Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diminta memilah sampah dari sekarang untuk mengurangi beban biaya pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pasalnya, biaya angkut sampah dipastikan bakal membengkak pada 2023.
Itu seiring berakhirnya masa kontrak TPA Sarimukti. Pembuangan sampah akan dipindahkan ke TPA Regional Legoknangka di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Diketahui, Pemprov Jabar tengah mempersiapkan Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka yang diharapkan mulai beroperasi pada 2023. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih, mengungkapkan estimasi biaya pengangkutan sampah ke TPPAS Legok Nangka
diperkirakan mencapai Rp23 miliar per tahun dengan rata-rata 150 ton sampah per hari.
"Kemarin ada kesepakatan kalau minimal angkut sampah 200 ton sehari. Jadi kemungkinan kami mesti menyediakan anggaran lebih dari Rp23 miliar setahun," kata Lilik, Selasa (9/11).
Dia mengatakan, biaya pengeluaran pengangkutan sampah ke TPPAS Legok Nangka lebih besar daripada ke TPA Sarimukti yang mencapai Rp16 miliar per tahun. Biaya itu meliputi pembayaran Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Kompensasi Dampak Negatif (KDN).
"Volume sampah yang dihasilkan masyarakat Cimahi mencapai 273 ton per hari. Kemungkinan ini akan terus naik hingga 300 ton dalam beberapa tahun ke depan seiring bertambahnya jumlah penduduk," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat berperan mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dengan pemilahan sampah sejak dari rumah. "Kami minta masyarakat berperan aktif mengurangi sampah sejak dari rumah. Sampah bisa berguna jika dikelola dengan benar," tuturnya.
Di samping mengajak memilah sampah, pemerintah telah menggulirkan program pengurangan sampah dengan metode pengolahan kompos, budi daya magot, dan permentasi dengan pengembangan skala kecil.
Baca juga: Testing Covid-19 Di Cianjur Rata-Rata 4 Ribu-5 Ribu Per Pekan
"Sudah ada 36 RW di wilayah Cimahi yang fokus membudidayakan magot. Dengan budi daya itu minimal bisa mengurangi volume sampah hingga 20%. Kalau dikembangkan lagi bisa berpotensi bisnis dan mengembangkan ekonomi masyarakat dengan membantu mengatasi masalah lingkungan," jelasnya. (OL-14)
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved