Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
INISIATIF untuk mendorong warga Suku Anak Dalam (SAD) memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sebenarnya dimulai sejak 2018. Gagasan ini muncul dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan PT SAL.
"Gagasannya memungkinkan SAD untuk memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan dapat terjangkau program pembangunan yang diselenggaraakan oleh negara," kata Kepala Seksi (Kasi) Pendataan Penduduk Kabupatn Sarolangun, Harmoko, dalam perbincangannya di Sarolangun, Jambi, Jumat (5/11).
Harmoko menjelaskan bahwa inisiatif itu dimulai untuk empat kelompok yaitu Temenggung Nangkus, Nggrip, Bepayung, dan Kecinto. "Mereka semua berada di wilayah Sarolangun," ujarnya.
Pada saat itu, Harmoko menjelaskan inisasi pembuatan KTP berangkat dari kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tersebut digagas oleh Dinas Pendidikan Sarolangun melalui SDN 191 Pematang Kabau dan PT SAL untuk kelas jauh di Kelompok Betaring. Kelompok Betaring ini merupakan anggota dari Temenggung Nangkus.
"Pada saat itu untuk masuk ke sekolah formal diperlukan dokumen administrasi kependudukan sebagai syarat administrasi agar dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah formal,” ujarnya. Sebagai anggota dari Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD), Harmoko mengatakan sudah selayaknya warga SAD itu bisa memiliki identitas yang diakui oleh negara.
"Kami akan mengembangkan kolaborasi dengan dinas terkait lain di pemda dan pemerintah pusat dalam memfasilitasi kepemilikan KTP bagi warga SAD. Kami meyakini dengan memiliki KTP warga SAD memiliki akses untuk mendapatkan layanan umum yang disediakan oleh pemerintah," ujarnya.
Harmoko mengatakan pihaknya berkomitmen membantu warga SAD untuk bisa mendapatkan KTP dengan membantu menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan. "Kita juga siap menemani mereka selama proses pendaftaran di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," ujarnya.
Kepala Desa Bukit Suban, Mujito, menjelaskan proses perekaman KTP untuk warga SAD dimulai sekitar 2016. Kegiatan itu, kata dia, diinisiasi oleh pemerintah desa.
Itikad baik dari Kementerian Sosial untuk mendorong lebih banyak lagi warga SAD memiliki KTP, Mujito sangat menyambut baik. "Yang pasti inisiatif awal itu bukan datang dari LSM tetapi dari pemerintah di desa," tegas Mujito.
Baca juga: Konflik Panjang Orang Rimba di Perkebunan Kelapa Sawit
Jenang Jalaludin juga menyatakan bahwa perekaman KTP sudah diperhatikan oleh pemerintah dan melibatkan dirinya. "Perekaman KTP juga sudah dilakukan untuk kelompok Meladang pada 2018 yang telah diinisasi oleh Pemkab Sarolangun. Ada 20 keluarga yang difasilitasi saat itu," katanya. (OL-14)
Negara tidak boleh kalah dari para pelaku TPPO yang meresahkan dan mengancam keselamatan anak-anak.
PERJALANAN hidup Bilqis Ramdhani, 4, menjadi perhatian publik setelah kisah penculikannya terungkap dan berakhir dengan penyelamatan dramatis di Provinsi Jambi.
BILQIS Ramadhany, 4, anak korban penculikan anak asal Makassar, Sulawesi Selatan ditemukan di pemukiman Suku Anak Dalam di Jambi. Bupati Merangin HM Syukur mengumpulkan tumenggung
Dalam kasus ini, Orang Rimba korban dari sistem yang lebih besar, korban dari kemiskinan struktural, kehilangan wilayah hidup, dan ketidakadilan sosial.
Menurut kami, di bawah pimpinan Pak Iptu Made Yaso, pelayanan, pengayoman Polsek Air Hitam terhadap warga Suku Anak Dalam, maupun masyarakat desa di Air Hitam sudah sangat baik.
Tindak kekerasan yang juga melukai tiga Orang Rimba tersebut, terjadi Selasa, sekitar pukul 13.00 WIB, di sekitar kebun kelapa sawit PT Kahuripan, Kabupaten Tebo, Jambi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved